PendidikanPeristiwa

Tangis Haru Warnai Sosialisasi Anti-Bullying KKN 39 UNUGIRI di SDN Margomulyo 1

×

Tangis Haru Warnai Sosialisasi Anti-Bullying KKN 39 UNUGIRI di SDN Margomulyo 1

Sebarkan artikel ini

Bojonegoro, liputanbojonegoro.com/ — Kelompok 39 KKN PINTAR Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menggelar sosialisasi anti-bullying di SDN Margomulyo 1, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa SDN Margomulyo 1dari tingkat kelas V dan kelas VI dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai bullying, mulai dari bentuk-bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban, hingga pentingnya membangun hubungan pertemanan yang saling menghargai. 

Materi disampaikan oleh Ika Rizky Amalia, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) sekaligus anggota KKN PINTAR UNUGIRI Kelompok 39. 

Dengan pendekatan yang komunikatif, Ika mengajak para siswa untuk mengenali berbagai bentuk bullying yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Para siswa juga diajak memahami bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi dapat muncul melalui ejekan, pemberian julukan yang menyakitkan, pengucilan, maupun perkataan yang dapat membuat seseorang merasa tertekan dan tidak percaya diri.

Kepala SDN Margomulyo 1, Suradi, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai bullying penting diberikan sejak usia sekolah dasar agar siswa memiliki kesadaran untuk saling menghargai dan menjaga perasaan teman.

Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi anti-bullying yang dilaksanakan oleh KKN UNUGIRI Bojonegoro.

Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bagaimana menghargai teman, menjaga perkataan dan sikap, serta tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.

Kami berharap setelah kegiatan ini, anak-anak semakin memahami bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua,” ujar Suradi.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti materi dan terlibat dalam sesi refleksi yang diberikan oleh pemateri.

Melalui sesi tersebut, siswa diajak untuk memahami bagaimana perasaan seseorang ketika mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain.

Suasana berubah haru menjelang akhir kegiatan. Saat siswa diajak melakukan refleksi lebih dalam mengenai persahabatan, perasaan, serta dampak dari perkataan dan tindakan terhadap orang lain, sejumlah siswa terlihat menangis.

Momen tersebut menjadi bagian yang paling menyentuh dalam kegiatan. Tangis para siswa menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan tidak hanya diterima sebagai materi, tetapi juga mampu menyentuh pengalaman dan perasaan mereka tentang arti pentingnya saling menghargai.

Melalui kegiatan ini, Kelompok 39 KKN PINTAR UNUGIRI berharap para siswa dapat semakin berani untuk menolak tindakan bullying, tidak menjadi pelaku maupun ikut-ikutan melakukan perundungan, serta berani mencari bantuan kepada guru atau orang dewasa ketika melihat maupun mengalami bullying.

Kegiatan di SDN Margomulyo 1 tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa KKN PINTAR UNUGIRI Kelompok 39 dalam memberikan edukasi dan membangun interaksi positif bersama masyarakat Desa Margomulyo selama pelaksanaan KKN tahun 2026.