Pariwiata&KulinerPeristiwa

KKNTK Kelompok 20 Universitas Bojonegoro Garap Kisah Cinta Raden Antasaji dan Dewi Sekar Sari Bertajuk “Tari Atas Angin Sekar Asmara”

liputanbojonegoro637
×

KKNTK Kelompok 20 Universitas Bojonegoro Garap Kisah Cinta Raden Antasaji dan Dewi Sekar Sari Bertajuk “Tari Atas Angin Sekar Asmara”

Sebarkan artikel ini
2e150301 29c9 4878 9844 476b3efd38b1

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro — Keindahan alam Geosite Negeri Atas Angin kini semakin diperkaya dengan sentuhan budaya. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kewirausahaan (KKNTK) Kelompok 20 Universitas Bojonegoro telah menggagas sebuah tarian yang terinspirasi dari legenda lokal, yakni tarian “Atas Angin Sekar Asmara”.

Tarian ini resmi diluncurkan pada Selasa (12/08/2025) sebagai upaya untuk mempromosikan Geopark Negeri Atas Angin tidak hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai warisan budaya.

Tarian “Atas Angin Sekar Asmara” menceritakan kembali kisah cinta yang melegenda antara Raden Antasaji dan Dewi Sekar Sari. Menurut cerita rakyat, pada tahun 861 sebelum masehi, Raden Antasaji, seorang pangeran dari Kerajaan Mataram, mengasingkan diri ke puncak Gunung Kendeng.

Di tempat yang kini dikenal sebagai Bukit Cinta ini, ia bertemu dengan Dewi Sekar Sari, seorang putri cantik dari Kerajaan Kediri. Kisah cinta mereka di bukit inilah yang menjadi cikal bakal legenda Negeri Atas Angin.

Untuk menciptakan tarian ini, para mahasiswa melakukan riset mendalam terhadap cerita Raden Antasaji dan Dewi Sekar Sari. Mereka membutuhkan waktu untuk mengubah kisah legendaris tersebut menjadi sebuah koreografi yang indah dan bermakna.

Tarian ini kemudian dipertunjukkan langsung di Bukit Cinta dan didokumentasikan dalam bentuk video yang menarik. Video tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat luas dan memperkenalkan kisah di balik Geosite Negeri Atas Angin.

Saat ini, tarian “Atas Angin Sekar Asmara” sedang dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Dengan adanya label HAKI, tarian ini akan diakui secara resmi sebagai warisan budaya asli Desa Deling, Negeri Atas Angin.

Diharapkan tarian ini dapat terus dilestarikan oleh masyarakat setempat, sehingga dapat menambah nilai dan daya tarik Geopark Negeri Atas Angin sebagai warisan bumi dan budaya lokal.