TNI/POLRI

TNI dan Masyarakat Makan Bersama di Tengah TMMD ke-125

liputanbojonegoro637
×

TNI dan Masyarakat Makan Bersama di Tengah TMMD ke-125

Sebarkan artikel ini
76b20184 2d81 4a64 b536 f330b26f07da

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Sejak dimulainya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 pada 23 Juli 2025 di Desa Soko, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, tradisi makan bersama antara anggota Satuan Tugas (Satgas) dan warga setempat menjadi pemandangan sehari-hari. Kebersamaan ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.

Dukungan Uang Lauk Pauk (ULP) dari Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Darat diserahkan langsung kepada warga yang ditunjuk sebagai “orang tua asuh” untuk memasak makanan bagi anggota Satgas TMMD. ULP ini digunakan untuk tiga kali makan sehari, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam.

Menurut Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD ke-125 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Inf Setyo Budi, tradisi ini adalah cara untuk mendekatkan prajurit dengan rakyat. Dengan tinggal dan makan bersama, diharapkan terjalin ikatan kekeluargaan yang kuat.

Meskipun menu yang disajikan sederhana, warga dan anggota Satgas menikmati hidangan tersebut dengan lahap, menunjukkan kehangatan dan kebersamaan yang terjalin.

Salah satu warga, Ibu Yamini (54), yang menjadi “orang tua asuh” bagi 10 anggota Satgas, mengaku merasa terbantu dengan adanya ULP sebesar Rp46.000 per hari untuk setiap prajurit.

Jumlah ini sangat membantu perekonomian keluarganya. Ia juga merasa senang dan tidak keberatan memasak untuk para prajurit, karena hal itu sudah menjadi rutinitasnya sehari-hari.

Komandan Satgas TMMD ke-125 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Czi Arief Rochman Hakim, menjelaskan bahwa tradisi makan bersama ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan rasa cinta prajurit kepada masyarakat.

Tujuannya adalah untuk memantapkan kemanunggalan TNI dan rakyat, yang merupakan esensi dari program TMMD.

Agenda dan Tujuan TMMD ke-125

Program TMMD ke-125 di Desa Soko, Temayang, Bojonegoro, berlangsung dari 23 Juli hingga 21 Agustus 2025 dengan mengusung tema ‘Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah’.

Kegiatan ini mencakup agenda fisik dan nonfisik. Kegiatan fisik diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, seperti:

1. Pembangunan jalan beton.

2. Pembangunan pagar dan musala sekolah.

3. Peningkatan kualitas atap, lantai, dan dinding rumah tinggal layak huni.

4. Pembangunan sumur bor dan rehabilitasi check dam.

Sementara itu, kegiatan nonfisik bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menumbuhkan ekonomi kerakyatan dan semangat gotong royong demi kesejahteraan masyarakat.