Pemerintahan

Bojonegoro Ikuti Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional

liputanbojonegoro637
×

Bojonegoro Ikuti Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
D7871934 308b 4c76 8829 467aa36d89c6

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi warganya. Hal ini terlihat dari keikutsertaan Bojonegoro dalam verifikasi lanjutan Kabupaten Sehat tingkat Nasional 2025 yang berlangsung secara daring pada Kamis (14/8/2025).

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah hadir langsung di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro. Mereka didampingi oleh Tim Pembina Kabupaten Sehat, Forum Kabupaten Sehat, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi profesi, camat, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan, drg. Murti Utami, M.P.H., mengapresiasi keaktifan Bojonegoro dalam proses penilaian ini. “Verifikasi lanjutan bertujuan untuk mendalami dokumen yang telah dikirimkan. Tim verifikasi pusat akan memeriksa data serta bukti pendukung melalui Sistem Informasi Pantau Kabupaten Kota Sehat (SIPANAS),” ujar Murti.

Sementara itu, perwakilan dari Tim Pembina Kabupaten Kota Sehat (TP KKS) Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmen Jawa Timur dalam mendukung program ini. “Kami telah melakukan berbagai upaya dan pembinaan secara berkelanjutan, mulai dari pendampingan penyusunan dokumen, koordinasi lintas sektor, hingga fasilitasi berbagai kegiatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Nurul Azizah memaparkan berbagai pencapaian Bojonegoro dalam mewujudkan Kabupaten Sehat. Program-program yang dipaparkan mencakup:

> Pemberian PMT untuk Ibu Hamil dan Balita guna menangani stunting.

> Sinergi 119 Bojonegoro Emergency Center.

> Pengembangan daerah wisata yang ramah disabilitas.

> Program CKG untuk siswa sekolah dan pelaku pendidikan.

> Program lingkungan hidup SDSB (Satu Desa Satu Bank Sampah).

Program-program ini merupakan upaya Bojonegoro untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, dan memenuhi indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Sebelum pemaparan, Bupati Setyo Wahono menegaskan kesiapan pemerintahannya. “Penyelenggaraan program ini dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat, di mana mereka ditempatkan sebagai pelaku utama pembangunan,” ungkapnya. “Saya selaku Bupati Bojonegoro siap mendukung penuh implementasi program Kabupaten Sehat secara berkelanjutan.”

Melalui verifikasi ini, Bojonegoro berharap dapat meraih penghargaan Swasti Saba dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai pengakuan atas upaya mereka dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warganya. (Prokopim)