PemerintahanPendidikan

Wabup Nurul Azizah Buka MPLS SRMA 36 Bojonegoro: Tonggak Sejarah Pendidikan Gratis untuk Anak Bangsa

liputanbojonegoro637
×

Wabup Nurul Azizah Buka MPLS SRMA 36 Bojonegoro: Tonggak Sejarah Pendidikan Gratis untuk Anak Bangsa

Sebarkan artikel ini
De2d4f17 a1c5 4516 b519 3f5f141f6891

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional, khususnya Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Komitmen ini diwujudkan dengan dibukanya kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk angkatan pertama SRMA 36 Bojonegoro pada Jumat (15/8/2025).

Acara pembukaan yang diselenggarakan di Gedung Pusdiklat Ngumpakdalem, Dander, ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah. Turut hadir dalam acara ini perwakilan Forkopimda, Kementerian Sosial, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta jajaran pengajar dan orang tua/wali siswa.

Tujuan utama dari SRMA 36 Bojonegoro adalah membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan rasa cinta tanah air. Sekolah ini berfokus pada penanaman nilai-nilai Pancasila, kedisiplinan, dan berbagai keterampilan hidup yang esensial. Dengan pendekatan asrama, program ini diharapkan dapat melahirkan individu yang mandiri, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi bangsa.

Wakil Bupati Nurul Azizah menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sejalan dengan visi Presiden. “Di Bojonegoro saat ini ada 5.143 anak usia sekolah yang belum bersekolah. Hari ini, 100 anak masuk sekolah rakyat tahap 1,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa Bojonegoro menjadi salah satu dari 100 kabupaten pertama yang berpartisipasi dalam program SRMA ini.

Program SRMA Tahap 1B ini diikuti oleh 100 siswa yang berasal dari 25 kecamatan di Bojonegoro, dengan rincian 44 siswa laki-laki dan 56 siswa perempuan. Nurul Azizah menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung anak-anaknya. “Ini adalah sekolah pilihan yang ditanggung oleh pemerintah. Anak-anak di sini adalah calon orang-orang sukses,” pesannya kepada para orang tua.

Salah satu perwakilan orang tua siswa, Bapak Anang Harianto, menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam atas adanya program ini. “Kami merasa bangga dan bahagia. Di Bojonegoro banyak sekali anak-anak yang membutuhkan, alhamdulillah anak-anak kami yang mendapatkan kesempatan,” ungkapnya.

Anang juga menyoroti keuntungan signifikan dari sekolah gratis ini, di mana biaya seragam, buku, dan kegiatan lainnya ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Dengan fasilitas lengkap, ia yakin anak-anaknya akan mendapatkan pendidikan terbaik dan dapat berkembang dengan optimal.

Dengan dibukanya SRMA 36 Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro berharap dapat menjadi wadah nyata bagi siswa untuk mengukir masa depan yang gemilang, sekaligus menjadi motor penggerak bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya. (Prokopin)