Peristiwa

Warga Ngasem Antusias Ikuti Maulid Nabi yang Digelar REMAS Masjid Besar Al-Muttaqiin

liputanbojonegoro637
×

Warga Ngasem Antusias Ikuti Maulid Nabi yang Digelar REMAS Masjid Besar Al-Muttaqiin

Sebarkan artikel ini
E14a4c09 d29d 4dbe 843e f924d227aaf7

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro — Remaja Masjid (REMAS) Masjid Besar Al-Muttaqiin Ngasem, Bojonegoro, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat (5/9/2025).

Acara yang diselenggarakan di Masjid Besar Al-Muttaqiin ini merupakan kegiatan perdana REMAS setelah beberapa tahun vakum, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat, diisi dengan pembacaan Maulid Diba’ dan Mauidhotu Hasanah yang disampaikan oleh KH. Abdul Kharis. Ratusan peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Ketua REMAS, Mas’Ad, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Ngasem yang telah mendukung acara ini.

Ia juga memohon doa agar REMAS Masjid Besar Al-Muttaqiin dapat terus istiqamah dalam menjalankan program-program dan kegiatan-kegiatan di masjid. Ucapnya.”

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Desa Ngasem, Bapak Suhartono, yang sangat mendukung kegiatan REMAS. “Setelah beberapa tahun vakum, akhirnya REMAS kembali aktif.

Saya sangat mengapresiasi dan berharap masyarakat Ngasem bisa terus guyub dan rukun,” ujarnya.

Puncak acara ditandai dengan ceramah oleh KH. Abdul Kharis, Ketua Takmir Masjid Al-Muttaqiin. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan momentum Maulid Nabi ini untuk meningkatkan iman dan takwa.

“Mari kita semua mengikuti ajaran dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Semoga kita menjadi bagian dari golongan beliau dan mendapatkan syafaat di dunia dan akhirat kelak,” pesannya.

Menurut panitia, peringatan Maulid Nabi ini menjadi langkah awal kebangkitan kembali REMAS Masjid Al-Muttaqiin setelah sempat tidak aktif selama beberapa tahun.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu untuk program-program selanjutnya, serta menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan keagamaan di masjid.

Acara peringatan Maulid Nabi ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh desa dan warga sekitar, yang turut meramaikan suasana. Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama.