Pertanian

Inovasi Petani Ngraho dalam Mengatasi Serangan Hama Tikus

liputanbojonegoro637
×

Inovasi Petani Ngraho dalam Mengatasi Serangan Hama Tikus

Sebarkan artikel ini
1b4c4a00 855a 47c4 be9a b5d1325ea8ea

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Serangan hama tikus kerap menjadi momok bagi para petani, terutama di kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro.

Hama ini dapat merusak hasil panen padi, yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup petani. Oleh karena itu, mencari solusi pengendalian hama tikus menjadi sangat penting.

Para petani Ngraho kini menemukan cara kreatif sekaligus efektif untuk memerangi populasi tikus. Salah satu metode yang mereka gunakan adalah dengan memasang jaring perangkap di lahan persawahan.

Metode ini terbilang sederhana dan efisien. Jaring dipasang di jalur pergerakan tikus dan dilapisi dengan bahan-bahan seperti oli gardan atau serbuk racun tikus.

Saat tikus menabrak jaring, mereka akan terpapar bahan yang mematikan, sehingga petani dapat lebih mudah mengendalikan jumlah tikus yang merusak.

Menurut Muhammad Minan, salah satu penyuluh pertanian lapangan (PPL) Ngraho, cara ini dinilai lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan racun atau berburu tikus secara manual.

Selain memasang jaring, para petani juga melakukan langkah pendukung lain seperti pengumpanan dengan racun tikus dan membongkar sarang-sarang tikus.

Inovasi sederhana ini merupakan bentuk kearifan lokal yang lahir dari kebutuhan dan kreativitas petani.

Dengan upaya kolektif, semangat gotong royong di desa ini tetap hidup, di mana petani saling membantu dalam pemasangan jaring maupun perburuan tikus.

Harapannya, praktik ini dapat menekan kerugian serta meningkatkan produktivitas padi di Ngraho.