TNI/POLRI

Kodim Bojonegoro Gelar Upacara Peringati HUT ke-80 TNI

liputanbojonegoro637
×

Kodim Bojonegoro Gelar Upacara Peringati HUT ke-80 TNI

Sebarkan artikel ini
388af633 e374 4c50 a8c7 ed0abc20cd66

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro —Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro menyelenggarakan upacara khidmat untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Minggu, (05/10/2025). Upacara yang digelar di lapangan Kodim setempat ini mengusung tema “TNI Prima-TNI Rakyat-Indonesia Maju”.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) adalah Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0813 Bojonegoro Mayor Inf Marwoko Suwandono, sementara Komandan Upacara (Danup) diemban oleh Danramil 0813-18/Ngasem Kapten Kav Rochim Sriwahyu Utomo.

Acara ini dihadiri oleh jajaran lengkap Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bojonegoro, termasuk perwakilan dari Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Kepala Bakorwil, Dansubdenpom V/2-1 Bojonegoro, para Danramil, Pejabat Utama (PJU) Polres Bojonegoro, serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro.

Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang dibacakan oleh Kasdim, ditegaskan bahwa tema HUT ke-80 ini sangat relevan dengan visi TNI: Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif (PRIMA). Visi ini bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan negara dan melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.

Panglima TNI menekankan filosofi di balik tema “TNI Rakyat”, yaitu bahwa TNI lahir, besar, dan berjuang demi rakyat.

“Hal ini menekankan kedekatan, kebersamaan, dan sinergitas TNI dengan seluruh komponen bangsa untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, adil, dan makmur,” bunyi amanat tersebut.

Menyikapi perkembangan lingkungan strategis global dan nasional yang semakin dinamis, Jenderal TNI Agus Subiyanto meminta seluruh prajurit TNI untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia juga secara khusus mengingatkan prajurit agar tidak mudah terprovokasi atau terhasut oleh isu-isu yang berpotensi memecah soliditas TNI dan merusak kemanunggalan dengan rakyat.

Beberapa penekanan penting yang wajib dipedomani oleh seluruh prajurit dan PNS TNI meliputi:

1. Perkokoh iman dan takwa sebagai sumber kekuatan.

2. Pertahankan dan tingkatkan soliditas TNI serta kemanunggalan dengan rakyat sebagai perekat bangsa.

3. Tingkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menggunakan media sosial, serta menahan diri dari menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

4. Laksanakan tugas dengan ikhlas dan hindari segala tindakan melawan hukum yang merugikan rakyat.

Di akhir amanatnya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi prajurit dan PNS TNI yang telah menjaga kepercayaan rakyat. Namun, ia juga berpesan agar prajurit tidak lengah.

“Masih banyak hal yang harus kita benahi bersama, sehingga TNI yang kita cintai dan banggakan ini benar-benar menjadi garda terdepan dan benteng terakhir NKRI,” pungkas Jenderal TNI Agus Subiyanto.