Pemerintahan

Kuatkan Peran Keluarga di Era Digital, TP PKK Bojonegoro Sosialisasikan “Asta Mantra” Pola Asuh Anak

liputanbojonegoro637
×

Kuatkan Peran Keluarga di Era Digital, TP PKK Bojonegoro Sosialisasikan “Asta Mantra” Pola Asuh Anak

Sebarkan artikel ini
1b8af2c6 44ce 47d4 9d4a a65f6069d0e3

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melalui Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), mengambil langkah strategis untuk membekali orang tua dalam menghadapi tantangan era digital.

Pada hari Senin, (06/10/2025). Bertempat di Ruang Angling Dharmo, Gedung Pemkab Bojonegoro, diselenggarakan sosialisasi tentang Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital yang dihadiri oleh seluruh pengurus TP PKK se-Kabupaten Bojonegoro.

Ketua TP PKK Bojonegoro, Bunda Cantika, menjadi pemateri utama, menyampaikan delapan jurus atau yang disebut “Asta Mantra” (Delapan Prinsip) Pola Asuh. Prinsip ini diadaptasi dari arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengenai peran keluarga di tengah arus digitalisasi.

Bunda Cantika secara tegas menyoroti pentingnya peran orang tua, khususnya ibu, dalam menyeimbangkan pengaruh teknologi terhadap kehidupan anak. Ia menekankan bahwa orang tua harus menjadi penyeimbang utama di rumah.

Dalam paparannya, Bunda Cantika menjabarkan delapan langkah konkret yang dapat diterapkan keluarga:

1. Kurangi Screen Time, Perbanyak Green Time: Orang tua diajak membatasi waktu anak menggunakan gawai (screen time) dan menggantinya dengan aktivitas fisik di alam terbuka (green time). “Kita bisa ajak anak ke sawah, memetik buah, atau bermain di lapangan. Langkah sederhana ini membantu anak tumbuh aktif dan sehat,” pesannya.

2. Bangun Lingkungan yang Nyaman dan Menyenangkan: Lingkungan yang sehat dan aman adalah kunci pembentukan karakter. Bunda Cantika mendorong peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di perkotaan maupun desa agar anak memiliki tempat yang aman untuk bermain dan bersosialisasi.

3. Orang Tua Sebagai Pengasuh Utama dan Teladan: Di tengah mudahnya anak meniru perilaku dari media digital, orang tua ditekankan sebagai contoh utama, bukan gadget atau media sosial.

4. Hidupkan Nilai Agama dan Akhlak Mulia: Nilai-nilai ini berfungsi sebagai benteng moral keluarga. Anak-anak perlu diajarkan sopan santun, etika, dan tata krama sejak dini.

5. Lestarikan Budaya Luhur Bangsa: Melalui pengenalan budaya, permainan tradisional, dan lagu-lagu daerah, orang tua dapat menanamkan identitas kebangsaan.

6. Aktifkan Solidaritas dengan Tetangga: Memperkuat hubungan sosial di lingkungan sekitar untuk menciptakan benteng sosial bagi anak.

7. Kerja Sama Lintas Sektor: Pola asuh yang efektif memerlukan sinergi dari berbagai pihak—pemerintah, sekolah, lembaga masyarakat, dan organisasi wanita—untuk mewujudkan keluarga yang tangguh.

8. Manfaatkan Digitalisasi untuk Hal Positif: Mengajarkan anak menggunakan teknologi sebagai alat untuk belajar, berkreasi, dan mengakses informasi yang membangun.

Melalui sosialisasi “Asta Mantra” ini, TP PKK Bojonegoro berharap dapat memberdayakan seluruh keluarga agar mampu membimbing anak dan remaja menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan tangguh di tengah arus informasi digital yang semakin deras. (prokopim)