PemerintahanPolitik

Sekolah Kader Perubahan PKB Bojonegoro: Siapkan Generasi Muda Kritis di Era Digital

liputanbojonegoro637
×

Sekolah Kader Perubahan PKB Bojonegoro: Siapkan Generasi Muda Kritis di Era Digital

Sebarkan artikel ini
31C26AD8 FEC9 4CFD 8771 14AA47A6A4BC

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Sutikno, S.Pd.I., M.AP, sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Kader Perubahan (SKP).

Acara ini berlangsung di Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, pada hari Sabtu, (22/11/2025), sebagai bagian dari upaya PKB dalam memperkuat kualitas kader muda yang loyal serta siap menghadapi tantangan era digital.

Kegiatan ini diikuti oleh kader muda, simpatisan, dan konstituen aktif dari wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) IV. Para peserta dibekali dengan berbagai materi inti yang mencakup: Mengapa Harus Berpolitik, Politik Melalui PKB, Profil Gus Muhaimin sebagai Ketua Umum PKB, Profil dan Peran Anggota DPRD, dan  Strategi Pemenangan Politik Partai.

Dalam sambutannya, H. Sutikno menekankan urgensi penyiapan kader yang memiliki karakter kuat, kritis, namun tetap berpegang teguh pada nilai etis dan keagamaan. Hal ini penting, terutama di tengah arus deras digitalisasi yang membawa informasi cepat.

 “Pemuda hari ini hidup dalam era sosial media yang penuh informasi cepat, namun tidak semuanya benar. Di sinilah kader harus menjadi filter, bukan korban,” tegas Sutikno.

Menurutnya, pendidikan politik yang sehat menjadi penangkal terhadap fenomena polarisasi, hoaks politik, ujaran kebencian, dan informasi manipulatif yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Instruktur LKP DPW PKB Jawa Timur, Agustia Deni, yang turut hadir sebagai pemateri, menggarisbawahi bahwa SKP adalah instruksi resmi dari struktur partai.

 “Sekolah Kader Perubahan ini mandat partai agar kader memiliki kesadaran politik, gerakan terukur, dan kemampuan menyatu dengan masyarakat,” jelas Agustia Deni.

Ia berharap setelah mengikuti pelatihan, kader tidak hanya menjadi peserta pasif saat momentum politik, tetapi menjadi penggerak organisasi yang kreatif, aktif, dan memiliki inisiatif. Politik, sambungnya, bukan hanya soal Pemilu, melainkan tentang kehadiran di tengah masyarakat kapan pun dibutuhkan.

Selain itu, sesi diskusi juga difokuskan untuk menghapus jarak antara struktur partai, masyarakat, dan wakil rakyat. Kader diajak memahami bahwa anggota dewan adalah mitra sekaligus perpanjangan tangan masyarakat, bukan figur yang jauh.

H. Sutikno menambahkan bahwa regenerasi dalam partai harus berjalan secara berkesinambungan dan tersusun dalam sistem yang jelas.

 “PKB tidak hanya hadir saat Pemilu. PKB hadir mengawal masyarakat, merawat kader, dan mencetak pemimpin baru,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan peneguhan komitmen gerakan politik yang santun, moderat, dan berbasis kepentingan rakyat, sebagai bekal bagi pemuda Bojonegoro dalam menghadapi kompetisi politik di masa mendatang.