Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro, 22 November 2025 – Kegiatan pengajian dan istighotsah rutin Majelis Ta’lim Al-Barokah kembali digelar meriah pada Sabtu malam di Mushola Dusun Tlawah, Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro. Acara keagamaan yang telah berlangsung konsisten sejak tahun 2015 ini berhasil menarik ratusan jama’ah dari berbagai wilayah sekitar, membuktikan perannya sebagai pusat syiar Islam yang vital di kawasan tersebut.
Majelis Ta’lim Al-Barokah dipimpin oleh Kyai Alwasis, sosok yang dikenal luas sebagai pembimbing spiritual masyarakat setempat. Menariknya, beliau memiliki peran ganda: selain menjadi ulama yang mengajar ilmu agama, Kyai Alwasis juga adalah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bernama Sis Wito yang bertugas di Kecamatan Kedungadem.
Mengenang perjalanan majelisnya, Kyai Alwasis mengungkapkan bahwa pendirian Al-Barokah tidaklah mudah.
“Pertama kali kami mendirikan majelis ini, hanya lima warga sekitar yang saya ajak berdoa dan berdzikir bersama di mushola kecil. Lalu warga lain ikut, dan akhirnya jama’ah semakin banyak,” kenang
Kini, majelis tersebut telah berkembang pesat menjadi wadah keagamaan yang besar di wilayah Tlawah.
Setiap pertemuan rutin Sabtu malam, jama’ah menerima berbagai materi keagamaan yang mendalam, meliputi:
• Istighotsah dan Tahlil
• Pengajian kitab
• Kajian akhlak dan olah rasa
• Praktik shalat sesuai tuntunan syari’at
Fokus utama yang ditekankan oleh Kyai Alwasis adalah penataan akhlakul karimah (akhlak mulia). Beliau mengajak jama’ah untuk menanamkan keikhlasan dalam setiap amal, terutama dalam pelaksanaan shalat, yang dianggap sebagai ibadah paling fundamental.
“Shalat adalah perjanjian antara hamba dengan Penciptanya, Allah SWT,” tegasnya.
Selain shalat, Kyai Alwasis juga menekankan pentingnya keikhlasan dalam bersedekah, yang ia definisikan bukan hanya ucapan, tetapi tindakan yang berasal dari hati terdalam. “Dengan mengamalkan keikhlasan dalam setiap ibadah, insyaAllah hidup menjadi berkah dan doa-doa kita dikabulkan Allah SWT,” imbuhnya.
Majelis ini juga terbuka bagi siapa saja yang ingin memperdalam tauhid, syari’at, dan hakikat sebagai jalan menuju pemahaman ma’rifat (mengenal) kepada Allah SWT, tanpa dipungut biaya. Bahkan, jama’ah selalu mendapatkan konsumsi gratis sebagai wujud sedekah dan kebersamaan.
Salah satu jama’ah, Purnomo, bersaksi mengenai perubahan positif yang ia rasakan setelah rutin mengikuti majelis tersebut.
“Sejak saya mengikuti pengajian di sini, pikiran saya menjadi lebih tenang. Inilah yang saya cari dalam hidup: ketenangan, ketenteraman, dan kebahagiaan bagi keluarga,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar tempat menimba ilmu agama, pengajian Al-Barokah juga menjadi ajang silaturahmi bagi umat Islam di sekitar Kedungadem. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan yang terjalin erat membuat majelis ini terus diminati oleh jama’ah dari berbagai latar belakang.






