PemerintahanPeristiwa

Ekskavator Normalisasi Sungai Pasca-Longsor di Bubulan; Korban Terima Bantuan Dinsos

liputanbojonegoro637
×

Ekskavator Normalisasi Sungai Pasca-Longsor di Bubulan; Korban Terima Bantuan Dinsos

Sebarkan artikel ini
8DE543AB E445 465B BAD0 02E98BD90972

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Penanganan musibah tanah longsor di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, terus dilakukan oleh tim gabungan. Longsor yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi dan debit sungai yang deras ini telah direspon dengan pengerahan satu unit ekskavator milik Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro.

Camat Bubulan, Wiwik Sulistyo, menjelaskan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas PU SDA untuk menangani longsor yang terjadi di tebing sungai.

Pada Senin (8/12/2025), Dinas PU SDA bersama warga sekitar mulai melaksanakan normalisasi sungai. Ekskavator dikerahkan untuk melakukan pengerukan, di mana hasil pengerukan tersebut kemudian diarahkan untuk menimbun tanah yang longsor.

“Hari ini ekskavator melakukan normalisasi sungai dan juga melakukan pengerukan yang hasilnya diarahkan untuk menguruk tanah yang longsor kemarin,” tambah Wiwik.

Selain normalisasi, tim gabungan juga melakukan tindakan darurat berupa pemasangan sesek bambu untuk memperkuat dinding tebing, mengingat kondisi cuaca yang masih sering hujan.

Kepala Dinas PU SDA melalui Bidang Operasional dan Pemeliharaan (OP) PU SDA, Galuh Setiawan Rosmi, menyatakan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan BBWS Bengawan Solo sebagai pemangku wilayah. Upaya yang dilakukan adalah mengembalikan alur sungai dan memasang sesek bambu serta cerucuk sebagai tindakan darurat pada tebing sungai, agar saat debit air tinggi tidak langsung menghantam rumah warga.

Sebelumnya, pada Sabtu (6/12/2025), alat berat juga didatangkan untuk mengeruk dan melancarkan aliran air di sungai. Aliran air yang awalnya berkelok karena gerusan arus, kini dibuat tanggul agar alirannya bisa lurus dan tidak menggerus tanah warga lagi.

Kepala Desa Clebung, Kasihanto, menyampaikan bahwa setiap terjadi hujan, air dari sawah mengalir melalui anak sungai di samping rumah korban terdampak, Ibu Lastri, yang menyebabkan penggerusan tanah.

Longsor yang terjadi hanya mengenai bagian dapur rumah Lastri, sementara bagian rumah utama masih aman.

“Yang longsor kemarin bagian dapur. Bagian rumah masih aman,” ujar Kades di lokasi.

Korban terdampak bencana, Ibu Lastri, juga telah menerima bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, dan kemudian juga menerima bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro. Diketahui bahwa upaya mitigasi berupa pembangunan bronjong di pinggir jalan dan samping rumah Bu Lastri sudah rampung sejak bulan Oktober kemarin.