Pemerintahan

Jamin Modal Kerja, 11.745 Petani Bojonegoro Ikut AUTP

liputanbojonegoro637
×

Jamin Modal Kerja, 11.745 Petani Bojonegoro Ikut AUTP

Sebarkan artikel ini
95507C6B 6BB3 435A A688 C26076C20D00

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mengintensifkan sosialisasi program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Program ini bertujuan utama memberikan jaminan perlindungan modal kerja bagi para petani Bojonegoro di tengah ancaman risiko gagal panen.

Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Yuni Arba’atun, menjelaskan bahwa AUTP sangat penting karena berfungsi sebagai jaminan perlindungan modal kerja apabila terjadi kegagalan panen.

“Ada banyak faktor gagal panen, di antaranya akibat serangan organisme pengganggu tumbuhan, bencana alam, maupun faktor lain di luar kendali petani,” terang Yuni.

Sosialisasi yang gencar dilakukan di berbagai kecamatan ini dinilai krusial untuk memastikan petani memahami program pemerintah terkait antisipasi risiko kerugian. Melalui AUTP, petani diharapkan memiliki ketahanan usaha yang lebih kuat, sehingga kegiatan produksi padi tetap dapat berlanjut meskipun menghadapi risiko kerugian besar.

“Melalui AUTP, petani diharapkan memiliki ketahanan usaha yang lebih kuat, sehingga kegiatan produksi padi tetap dapat berjalan meskipun menghadapi risiko kerugian,” tambahnya.

DKPP mencatat, jumlah peserta AUTP untuk tahun 2025 yang terdaftar di 9 kecamatan mencapai total 11.745 orang. Rinciannya, untuk Kecamatan Baureno sebanyak 5.044 petani, Kanor 2.480 petani, Kalitidu 745 petani, Padangan 700 petani, Dander 694 petani, Purwosari 623 petani,  Malo 554 petani, Kapas 476 petani, dan Bojonegoro 429 petani.

Yuni Arba’atun juga menjelaskan bahwa pembiayaan premi bagi petani peserta AUTP tahun 2025 didukung bersama, dengan rincian 20% dibiayai oleh Pemkab Bojonegoro dan 80% dibiayai dari Provinsi Jawa Timur.

Sebagai bagian dari upaya intensifikasi, sosialisasi diselenggarakan selama dua hari, yakni pada tanggal 26–27 November 2025. Kegiatan ini difokuskan di Kecamatan Kanor: Diikuti oleh 21 Kelompok Tani (Poktan), dan Kecamatan Baureno: Diikuti oleh 51 Kelompok Tani (Poktan).

Acara sosialisasi tersebut digelar di Aula Balai Penyuluh Pertanian (BPP) masing-masing kecamatan, dan diikuti oleh puluhan perwakilan kelompok tani dari kedua wilayah tersebut.