Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Menghadapi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) terus melakukan langkah preventif dan kuratif. Salah satu langkah utamanya adalah menyiagakan sembilan unit pompa air untuk mempercepat pembuangan genangan di titik-titik rawan perkotaan.
Saat ini, Dinas PU SDA telah mengoperasikan sembilan unit pompa yang terdiri dari jenis portable maupun semi-permanen dengan rincian kapasitas sebagai berikut: jumlah 1 Unit, Kapasitas Per Detik: 50liter/Detik, status: Siaga (Portable/Semi-Permanen) dan jumah: 1 Unit,Kapasitas Per Detik:80 Liter/Detik, Status: Siaga (Portable/Semi-Permanen).
Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Helmy Elizabeth, menyatakan bahwa target utama penanganan ini bukan sekadar menurunkan tinggi air, melainkan meminimalisir durasi genangan agar tidak mengganggu aktivitas warga.
Waktu surut genangan saat ini berkisar antara 30 hingga 45 menit. Ini membuktikan bahwa pompa yang disiagakan cukup efektif,” ujar Helmy merujuk pada kejadian hujan deras Senin (8/12/2025) lalu.
Selain pemompaan, Pemkab Bojonegoro mengidentifikasi bahwa sedimentasi drainase menjadi penyebab utama terhambatnya aliran air. Oleh karena itu, Dinas PU SDA telah berkoordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya untuk:
1. Pembersihan Sedimen: Mengangkat lumpur pada saluran drainase guna memperlancar aliran dari hulu menuju Kali Apur hingga ke Bengawan Solo.
2. Penempatan Pompa Strategis: Pompa portable kini dititipkan di lokasi terdekat dengan titik rawan (seperti Dinas Perpustakaan dan rumah warga) agar petugas dapat bertindak lebih cepat saat hujan tiba.
Sebagai solusi berkelanjutan, PU SDA Bojonegoro telah menganggarkan penambahan sarana pada Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan rencana, akan ada tiga unit pompa baru dengan kapasitas masing-masing 100 liter per detik.
Lokasi penempatan pompa baru tersebut meliputi: Jalan Pattimura, Gang Irigasi, dan Gang Thohir (Ditempatkan di area rumah dinas Wakil Bupati agar tidak mengganggu akses jalan publik).
Untuk memastikan operasional berjalan lancar, Dinas PU SDA menyiagakan lima personel lapangan setiap hari, baik saat hujan maupun cuaca cerah. Tim ini juga berkolaborasi intensif dengan BPBD dan tim khusus dari Dinas PU Cipta Karya demi penanganan yang terintegrasi.







