Pemerintahan

Tuntaskan Penyaluran Mobil Siaga, 419 Desa di Bojonegoro Siap Layani Warga

liputanbojonegoro637
×

Tuntaskan Penyaluran Mobil Siaga, 419 Desa di Bojonegoro Siap Layani Warga

Sebarkan artikel ini
66C2C99D D011 48A9 BE22 372CCAD7FD28

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sukses merampungkan program penguatan layanan dasar masyarakat desa. Pada tahun anggaran 2025 ini, Pemkab telah merealisasikan pengadaan 33 unit mobil siaga tambahan, sehingga kini seluruh 419 desa di Kabupaten Bojonegoro telah memiliki kendaraan operasional layanan darurat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menyatakan bahwa seluruh proses pengadaan telah mencapai tahap akhir. Kendaraan tersebut kini sudah berada di tangan masing-masing pemerintah desa.

“Semuanya sudah kontrak dan desa sudah menerima mobil siaga. Saat ini tinggal penyelesaian proses pembayaran oleh pemerintah desa; sebagian sudah selesai dan sebagian lainnya sedang berjalan,” ujar Agus.

Mobil siaga ini merupakan fasilitas publik yang dirancang untuk mempercepat respon terhadap kebutuhan warga, di antaranya:

• Layanan Kesehatan: Antar-jemput pasien atau rujukan medis.

• Kondisi Darurat: Penanganan bencana atau situasi kritis di tingkat desa.

• Layanan Sosial: Kebutuhan mendesak masyarakat lainnya yang bersifat non-komersial.

Agus menegaskan agar kendaraan ini tidak disalahgunakan. “Kami mengimbau agar mobil siaga ini betul-betul digunakan untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” tegasnya.

Agar fasilitas ini tetap berfungsi dalam jangka panjang, Pemkab Bojonegoro menekankan pentingnya manajemen pemeliharaan. Pemerintah desa diwajibkan mengalokasikan anggaran dalam APBDes Tahun Anggaran 2026 untuk mencakup Biaya Bahan Bakar Minyak (BBM),  Perawatan rutin kendaraan (servis dan perbaikan), dan Honorarium sopir.

“Dengan terpenuhinya kebutuhan mobil siaga di seluruh desa, kami berharap pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, merata, dan responsif. Ini adalah langkah nyata mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” pungkas Agus.