Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus dikebut proses pemasangan stiker pada rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial. Hingga awal Januari 2026, progres pemasangan tercatat telah mencapai 97 persen dari total target 50.987 rumah.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam memperkuat validasi, verifikasi, serta memastikan bantuan sosial tepat sasaran melalui transparansi data kemiskinan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardianto, menyatakan bahwa penempelan stiker ini merujuk pada Data Mandiri Masyarakat Miskin Daerah (Damisda) Kabupaten Bojonegoro.
“Keluarga yang dipasangi stiker merupakan mereka yang terdaftar dalam Data Kemiskinan Daerah. Dasar acuannya adalah Damisda Semester I periode Januari hingga Juni tahun 2025,” jelas Agus pada Selasa (6/1/2026).
Mengingat progres yang sudah mendekati angka sempurna, pihak Dinas Sosial optimis seluruh rumah KPM akan selesai dipasangi stiker pada minggu pertama bulan Januari ini. Agus menekankan bahwa pembaruan data sangat krusial karena kondisi sosial ekonomi masyarakat yang bersifat dinamis.
“Data kemiskinan itu tidak statis, sehingga perlu terus diperbarui. Setelah tahap ini, akan ada perbaikan lebih lanjut melalui integrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” tambahnya.
Selain sebagai penanda fisik, pemasangan stiker ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan program bantuan. Pemkab Bojonegoro membuka ruang bagi warga untuk memberikan masukan jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.
Mekanisme Pengaduan bagi Masyarakat Masyarakat dapat melapor melalui perangkat desa setempat, Petugas Dinas Sosial akan menindaklanjuti setiap pengaduan, dan Data akan diperbaiki sesuai dengan fakta dan ketentuan yang berlaku jika ditemukan penerima yang sudah tidak layak.
Dengan kebijakan ini, diharapkan angka kemiskinan di Bojonegoro dapat terpotret secara akurat dan distribusi bantuan sosial tidak lagi mengalami kendala salah sasaran.






