PemerintahanPeristiwa

Bojonegoro Raih Penghargaan Swasembada Pangan Nasional

liputanbojonegoro637
×

Bojonegoro Raih Penghargaan Swasembada Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini
8D3F3215 513F 46C8 BD98 32C9AFE9C67C

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengikuti secara daring prosesi Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang berpusat di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026). Acara ini menjadi momentum bersejarah bagi sektor pertanian Indonesia yang kini resmi menyatakan kemandirian pangannya.

Berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran perwakilan petani, Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), hingga Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Suasana penuh antusiasme menyelimuti ruangan saat layar zoom meeting menampilkan Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, bersama seorang penyuluh pertanian asal Bojonegoro masuk dalam daftar penerima penghargaan nasional. Riuh tepuk tangan menggema sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi insan pertanian Bojonegoro dalam mendukung ketahanan pangan.

Dalam arahannya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kedaulatan pangan adalah harga mati bagi kemandirian bangsa. Ia menyoroti bahwa kekayaan alam Indonesia harus bisa dinikmati sepenuhnya oleh rakyat sendiri tanpa bergantung pada bangsa lain.

“Ini berarti bahwa petani merupakan pilar utama kedaulatan pangan nasional yang harus dilindungi, diberdayakan, dan disejahterakan agar Negara Indonesia mampu berdiri mandiri atas pangannya sendiri,” tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan sejumlah capaian krusial yang menjadi fondasi swasembada tahun ini, di antaranya:

• Revolusi Pupuk: Penurunan harga pupuk sebesar 20% dan peningkatan volume alokasi hingga 700%.

• Kemandirian Industri: Pembangunan 7 pabrik baru, dengan 5 di antaranya siap diresmikan sebelum 2029.

• Stabilitas Stok: Cadangan beras pemerintah sempat menyentuh rekor tertinggi 4,2 juta ton (Juni 2025) dan saat ini terjaga di angka 3,24 juta ton.

“Swasembada ini adalah kerja terbaik dari Kabinet Merah Putih, yang bermuara dari gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk menyejahterakan petani Indonesia,” ujar Mentan Amran.

Kehadiran Pemkab Bojonegoro dalam acara ini mempertegas komitmen daerah dalam mengawal program strategis nasional. Selain fokus pada produksi, Pemkab juga terus memperkuat peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pendampingan di tingkat desa guna memastikan inovasi dan bantuan pemerintah terserap maksimal oleh petani.