Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara resmi melepas 82 mahasiswa STIKES Rajekwesi untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Margomulyo, Kecamatan Balen. Acara pelepasan berlangsung di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro pada Rabu (07/01/2026).
Selama satu bulan penuh, hingga 7 Februari mendatang, para mahasiswa dari program studi Keperawatan, Kebidanan, dan Farmasi ini akan berkolaborasi mewujudkan visi “Kampung Tumbuh Sehat”.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menekankan bahwa kehadiran mahasiswa harus membawa dampak nyata, bukan sekadar seremoni. Ia memberikan instruksi khusus agar mahasiswa menjadi “detektif kesehatan” guna mendukung target Bojonegoro Bebas TBC tahun 2026.
“Saya minta mahasiswa datang seperti argo taksi, mulai dari nol. Data dengan presisi warga yang mengidap TBC, lansia sebatang kara, hingga anak putus sekolah,” tegas Nurul Azizah.
Lebih lanjut, jika ditemukan kasus TBC, mahasiswa wajib berkoordinasi dengan Puskesmas Balen untuk memastikan pasien mendapatkan pendampingan pengobatan selama enam bulan penuh tanpa terputus.
Selain masalah TBC, Wabup juga menyoroti ancaman kesehatan modern bagi generasi muda. Berdasarkan hasil skrining, ditemukan tren mengkhawatirkan di mana anak usia sekolah mulai mendekati kondisi pra-diabetes akibat pola konsumsi makanan instan dan minuman kemasan.
“Ini alarm bagi kita. Dulu orang tua rajin memasak di rumah, sekarang lebih senang beli makanan luar yang tinggi gula dan pengawet. Saya berharap mahasiswa bisa mengubah paradigma ini melalui edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan pola hidup sehat,” tambahnya.
Mahasiswa juga mengemban misi sosial untuk mengedukasi masyarakat terkait transparansi Data Kemiskinan Daerah (Damisda). Hal ini berkaitan dengan pemasangan stiker di rumah warga sebagai langkah validasi agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dan akuntabel.
Ketua STIKES Rajekwesi Bojonegoro, Evita Muslima Isnanda Putri, menyatakan bahwa tema KKN tahun ini adalah “Kampung Tumbuh Sehat: Implementasi TOGA sebagai Bahan Nutrisi Menuju Masyarakat Sehat yang Berkelanjutan”.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Pemkab Bojonegoro. Mahasiswa kami akan bersinergi lintas disiplin ilmu untuk melahirkan inovasi kesehatan di tingkat dusun. Harapannya, Desa Margomulyo dapat menjadi role model bagi desa-desa lainnya,” ujar Evita.
Dengan diterjunkannya puluhan mahasiswa ini, diharapkan masalah-masalah kesehatan dasar di Desa Margomulyo dapat terpetakan dengan baik dan mendapatkan solusi berkelanjutan melalui inovasi yang dibawa oleh kaum akademisi.






