Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Cairkan Insentif Tahap 3 untuk Ribuan Guru TPA hingga Marbot

liputanbojonegoro637
×

Pemkab Bojonegoro Cairkan Insentif Tahap 3 untuk Ribuan Guru TPA hingga Marbot

Sebarkan artikel ini
8358C84F 187B 4400 97B8 0488A40FB3AE

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja sosial. Ribuan guru Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPA), modin perempuan, marbot, hingga jamaah tahlil di seluruh wilayah Bojonegoro secara resmi telah menerima pencairan insentif tahap 3.

Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi konkret pemerintah daerah terhadap para pejuang sosial yang menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai religius serta harmoni di tengah masyarakat.

Berdasarkan data teknis dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), total penerima manfaat pada tahap ini mencapai belasan ribu orang. Berikut adalah rincian sebarannya:

• Guru TPA/TPQ: 4.741 orang (Total Rp 8,53 miliar)

• Marbot Masjid: 3.784 orang (Total Rp 6,81 miliar)

• Jamaah Tahlil Perempuan: 2.967 orang (Total Rp 5,34 miliar)

• Jamaah Tahlil Laki-laki: 1.976 orang (Total Rp 3,5 miliar)

• Takmir Masjid: 1.380 orang (Total Rp 2,48 miliar)

• Modin Perempuan: 1.010 orang (Total Rp 1,8 miliar)

Insentif tahap 3 ini mencakup periode bulan September hingga Desember dengan nilai bantuan sebesar Rp 150.000 per bulan untuk setiap individu.

Plt. Kepala Bagian Kesra Bojonegoro, Mohammad Agus Anshori, menekankan bahwa pemberian dana ini lebih dari sekadar bantuan finansial. Ia menilai para guru TPA/TPQ memiliki peran vital dalam membangun fondasi karakter generasi muda sejak dini.

“Pemberian insentif ini adalah bentuk penghormatan atas dedikasi mereka. Marbot dan takmir memastikan rumah ibadah tetap nyaman, sementara modin perempuan dan jamaah tahlil menjaga struktur sosial dan tradisi kerukunan warga,” ujar Agus.

Untuk menjamin ketepatan sasaran dan akuntabilitas, seluruh proses pencairan dilakukan melalui sistem perbankan. Hal ini memastikan bantuan diterima langsung oleh yang berhak tanpa potongan.

Kabar baiknya, Agus menegaskan bahwa program kesejahteraan ini tidak berhenti di sini. Pemkab Bojonegoro telah merencanakan agar insentif serupa tetap dialokasikan pada tahun anggaran 2026 mendatang, guna memastikan semangat melayani masyarakat tetap terjaga.