Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah mencatatkan prestasi gemilang di awal tahun 2026. Berdasarkan data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Indeks Pelayanan Publik (IPP) Kabupaten Bojonegoro sukses melesat ke peringkat 6 nasional kategori kabupaten se-Indonesia.
Prestasi ini menjadi sorotan lantaran kenaikan peringkat yang sangat signifikan. Pada tahun sebelumnya, Bojonegoro berada di peringkat 100 besar, namun kini berhasil menembus jajaran elit nasional dengan nilai IPP mencapai 4,68 (Kategori A).
Capaian tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang Hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2025. SK tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri PAN-RB, Rini Widyantini, pada 9 Januari 2026.
Dalam keterangannya, Menteri PAN-RB menjelaskan bahwa penilaian ini melibatkan 415 kabupaten di seluruh Indonesia.
“Hasil pemantauan dan evaluasi telah melalui proses pengolahan, validasi, dan penentuan akhir oleh tim evaluator,” tegas Rini Widyantini dalam kutipan SK tersebut.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyambut positif capaian ini sebagai bukti nyata profesionalisme birokrasi di wilayahnya. Menurutnya, skor IPP yang naik dari 4,21 di tahun 2025 menjadi 4,68 di tahun 2026 mencerminkan standar pelayanan di tingkat dinas hingga desa yang telah memenuhi ekspektasi masyarakat.
“Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Nurul Azizah pada Sabtu (10/1/2026).
Meskipun telah mencapai posisi 10 besar nasional, Pemkab Bojonegoro tidak berpuas diri. Nurul Azizah menegaskan bahwa fokus ke depan adalah mempertahankan konsistensi dan terus melakukan penyempurnaan layanan.
Fokus utama perbaikan ke depan meliputi Penguatan Inovasi: Menciptakan sistem layanan yang lebih modern, Kecepatan & Transparansi: Memangkas birokrasi yang berbelit, dan Kemudahan Akses: Memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan layanan tanpa kendala.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kerja bersama dan inovasi berkelanjutan mampu membawa Kabupaten Bojonegoro menjadi role model pelayanan publik di tingkat nasional.







