Pemerintahan

Didampingi Wabup Nurul Azizah, Gubernur Khofifah Resmikan SMAN 2 Taruna Pamong Praja Bojonegoro

liputanbojonegoro637
×

Didampingi Wabup Nurul Azizah, Gubernur Khofifah Resmikan SMAN 2 Taruna Pamong Praja Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
596D8A47 0304 4814 AC46 019125B00195

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro –  Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan sarana dan prasarana SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/1/2026). Peresmian ini menandai babak baru dunia pendidikan di wilayah tersebut sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul berbasis karakter kepamongprajaan.

Selain meresmikan fasilitas asrama putra di sekolah tersebut, Gubernur Khofifah juga meresmikan hasil rehabilitasi dan revitalisasi 52 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Bojonegoro dan Tuban.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir mendampingi Gubernur, mengungkapkan rasa bangganya atas berdirinya SMAN 2 Taruna Pamong Praja. Menurutnya, sekolah ini sangat istimewa karena merupakan satu-satunya SMA Taruna dengan basis kepamongprajaan di Indonesia.

“Alhamdulillah, Bojonegoro kini menjadi lokasi ke-6 sebagai sekolah SMA Taruna di Jawa Timur. Luar biasa, keren sekali! Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur yang memberikan dukungan penuh sehingga sekolah ini tidak diambil oleh kabupaten lain,” ujar Nurul Azizah dalam sambutannya.

Nurul juga memaparkan bahwa sinergi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Bojonegoro telah membuahkan hasil signifikan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pada tahun 2026, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bojonegoro melonjak dari 72,59 menjadi 73,93.

“Kenaikan sebesar 1,37 ini merupakan kenaikan tertinggi di Jawa Timur. Di bidang kesehatan, Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Bojonegoro juga naik dari usia 74 tahun menjadi 75 tahun,” tambahnya.

Dalam arahannya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa pengembangan SMA Negeri berbasis Taruna di Jawa Timur bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang kokoh di samping capaian akademik. Saat ini, Jawa Timur memiliki jaringan sekolah taruna yang tersebar di beberapa kota dengan spesialisasi berbeda, mulai dari Angkatan Darat, Udara, Bhayangkara, hingga Pamong Praja.

“Targetnya tidak sekadar akademik semata, tetapi penguatan karakter keindonesiaan dan kenusantaraan. Kami ingin para siswa di sekolah ini menjadi penyambung lidah bagi persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Khofifah.

Gubernur juga merinci bahwa perbaikan fasilitas fisik seperti ruang kelas, laboratorium, dan toilet di 52 sekolah wilayah Bojonegoro-Tuban merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Jawa Timur untuk terus berbenah.

“Jika fasilitas layanannya semakin baik, maka suasana proses belajar mengajar akan semakin nyaman, dan kita berharap prestasi siswa pun semakin meningkat,” pungkasnya.

Acara ini ditutup dengan peninjauan fasilitas asrama dan ruang belajar baru, yang kini sudah mulai dihuni oleh siswa-siswi dari berbagai penjuru daerah, termasuk dari luar pulau Jawa. (Prokopim)