PemerintahanPeristiwa

Antisipasi Perluasan PMK, Disnakkan Bojonegoro Terjunkan TRC ke Desa Kawengan

liputanbojonegoro637
×

Antisipasi Perluasan PMK, Disnakkan Bojonegoro Terjunkan TRC ke Desa Kawengan

Sebarkan artikel ini
B6CED270 7242 4362 8489 EDF80E8E42E7

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat merespons temuan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan pada hari Selasa, (10/02/2026).

Langkah darurat medis dan preventif segera diambil guna memutus rantai penularan dan melindungi populasi ternak di wilayah Bojonegoro.

Kepala Disnakkan Bojonegoro melalui Kabid Kesehatan Hewan, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Peternakan, drh. Lutfi Nurrahman, menyatakan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah penyelamatan ternak yang masih sehat serta pemulihan ternak terpapar melalui pengobatan intensif.

Guna menekan angka kesakitan dan kematian ternak, pihak dinas telah menginstruksikan lima langkah strategis di lapangan:

1. Penerjunan Tim Reaksi Cepat (TRC): Menempatkan dokter hewan dan paramedis di titik hotspot untuk memberikan pengobatan simptomatik dan penguatan imun pada ternak yang terinfeksi.

2. Percepatan Vaksinasi: Distribusi vaksin dipercepat bagi ternak sehat di zona hijau dan kuning untuk menciptakan buffer zone (sabuk pelindung) agar wabah tidak meluas ke kecamatan lain.

3. Desinfeksi Massal: Penyemprotan disinfektan dilakukan secara berkala pada area kandang terdampak dan kendaraan pengangkut ternak.

4. Penguatan Biosekuriti: Peternak dihimbau membatasi akses orang asing ke kandang dan menjaga sanitasi pribadi sebelum maupun sesudah berinteraksi dengan hewan.

5. Surveilans Harian: Melakukan pendataan populasi secara real-time untuk memantau tren kasus dan menjamin ketersediaan logistik medis.

drh. Lutfi Nurrahman mengimbau para peternak agar tetap tenang dan tidak melakukan panic selling atau menjual ternak dengan harga murah karena rasa khawatir yang berlebihan. Ia menegaskan bahwa PMK dapat disembuhkan jika ditangani secara cepat oleh tenaga medis.

“Kami meminta kerja sama para peternak untuk segera melapor melalui hotline dinas atau petugas teknis di desa jika melihat gejala seperti air liur berlebih, luka pada mulut, atau luka pada kuku kaki,” ujar drh. Lutfi.

Ia menambahkan bahwa kecepatan laporan dari masyarakat menjadi faktor kunci dalam menekan angka kematian ternak. “Kecepatan pelaporan sangat menentukan tingkat kesembuhan ternak,” pungkasnya.