PemerintahanPendidikan

Cegah Risiko Digital, Pakar Tekankan Edukasi Seksual Sejak Dini

liputanbojonegoro637
×

Cegah Risiko Digital, Pakar Tekankan Edukasi Seksual Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
740AA612 875E 497F A047 283A52C49982

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Derasnya arus informasi di era digital menjadi tantangan besar bagi tumbuh kembang generasi muda.

Menanggapi fenomena tersebut, sebuah dialog interaktif digelar pada Jumat (13/02/2026) yang menggarisbawahi pentingnya edukasi seksual komprehensif sebagai instrumen perlindungan diri bagi remaja.

Talkshow yang dipandu oleh penyiar Lia Yunita ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, dr. Lucky Imroah, serta Psikolog RS Aisyiyah Bojonegoro, Hayyin Mubarok.

Dalam pemaparannya, dr. Lucky Imroah meluruskan persepsi keliru masyarakat yang sering menganggap edukasi seksual sebagai hal yang tabu atau negatif.

Menurutnya, edukasi ini justru menjadi fondasi bagi remaja untuk memahami kesehatan reproduksi dan hak atas tubuh mereka sendiri.

“Edukasi seksual bukan mengajarkan hal negatif, melainkan memberikan pemahaman tentang kesehatan, perlindungan diri, dan tanggung jawab terhadap tubuh sendiri,” tegas dr. Lucky.

menambahkan bahwa pemberian informasi harus dilakukan secara gradual (bertahap) sesuai usia anak, meliputi Pengenalan anatomi tubuh, Pentingnya menjaga kebersihan diri, Pemahaman tentang relasi sosial yang sehat, dan Penyampaian informasi ilmiah guna menangkal hoaks dari dunia maya.

Senada dengan dr. Lucky, psikolog Hayyin Mubarok menyoroti sisi psikologis dan pola asuh. Ia menekankan bahwa orang tua harus menjadi “pelabuhan pertama” bagi anak saat mencari informasi.

Komunikasi yang kaku di rumah justru berisiko mendorong anak mencari jawaban dari sumber internet yang belum tentu valid.

“Anak yang merasa didengar akan lebih percaya diri dalam menyampaikan masalahnya. Orang tua adalah kunci dalam menanamkan nilai tanggung jawab dan kemampuan untuk berkata ‘tidak’ pada hal-hal berisiko,” jelas Hayyin.

Edukasi seksual yang benar diyakini mampu menjadi solusi jangka panjang bagi berbagai persoalan sosial di masyarakat, di antaranya Menekan angka pernikahan dini, Mencegah terjadinya kekerasan seksual, dan Memutus rantai penyakit menular seksual (PMS).

Sebagai penutup, Hayyin memberikan pesan reflektif bagi generasi muda agar lebih bijak dalam memanfaatkan masa remaja mereka. “Jika masa remaja diisi dengan hal-hal positif, masa depan akan jauh lebih cerah. Sebaliknya, jika hari ini diisi dengan kegelapan, maka kita sedang menabur kegelapan untuk masa depan,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan, diharapkan remaja Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang menghargai batasan pribadi serta mampu mengambil keputusan yang aman demi masa depan mereka.