Peristiwa

Ribuan Warga Bojonegoro Serbu CFD Perdana di Kedungadem

liputanbojonegoro637
×

Ribuan Warga Bojonegoro Serbu CFD Perdana di Kedungadem

Sebarkan artikel ini
3CD81EF7 00BD 4DCB 816F ECA09BF2145F

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, pusat Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (15/2/2026) pagi.

Ribuan warga tumpah ruah memadati kawasan perempatan Kedungadem hingga ke arah selatan dalam gelaran perdana Car Free Day (CFD).

Sejak pukul 05.30 WIB, masyarakat dari berbagai penjuru desa sudah mulai berdatangan. Jalan utama yang biasanya didominasi kendaraan bermotor, pagi itu sepenuhnya berubah fungsi menjadi ruang publik yang bebas polusi dan ramah keluarga.

Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama yang diikuti ratusan peserta, mulai dari pelajar, ibu-ibu, hingga aparatur pemerintahan. Kemeriahan berlanjut dengan agenda jalan santai dan sepeda santai yang menyusuri rute steril kendaraan.

“Suasananya sangat segar. Biasanya area ini penuh motor dan mobil, tapi hari ini anak-anak bisa bebas bermain dengan aman,” ujar salah satu pengunjung di lokasi.

Tak hanya fokus pada gaya hidup sehat, CFD ini juga menjadi panggung bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Deretan stan kuliner yang menjajakan jajanan tradisional hingga makanan kekinian tampak diserbu warga yang ingin berburu sarapan setelah berolahraga.

Hal ini menjadi angin segar bagi perekonomian warga Kedungadem, di mana perputaran uang terjadi secara langsung antara pedagang lokal dan masyarakat setempat.

Guna memastikan acara berjalan lancar, petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, serta Hansip disiagakan di sejumlah titik strategis. Pengaturan arus lalu lintas dilakukan dengan ketat sehingga kawasan CFD benar-benar steril dari kendaraan selama acara berlangsung.

Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang musiman, tetapi menjadi agenda rutin yang mampu mempererat silaturahmi warga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal di wilayah Bojonegoro bagian tenggara tersebut.