KesehatanPemerintahan

RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Gandeng RSCM Kembangkan Layanan Unggulan

liputanbojonegoro637
×

RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Gandeng RSCM Kembangkan Layanan Unggulan

Sebarkan artikel ini
A0F959C3 222C 4A94 BA6D 7533F35B5A2C

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro melakukan langkah strategis untuk memperkuat posisi sebagai rumah sakit rujukan regional. Melalui Workshop Pengembangan Layanan yang digelar pada 13–14 Februari 2026, rumah sakit plat merah ini resmi memulai implementasi rencana strategis 2025–2029 dengan menggandeng RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para direktur RSUD, kepala puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro, serta tim pengampu layanan dari RSCM.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam sambutannya menekankan bahwa pengembangan layanan kesehatan saat ini harus berjalan beriringan dengan inovasi pembiayaan daerah. Mengingat ruang fiskal pada Perubahan APBD (P-APBD) 2026 diperkirakan terbatas, rumah sakit dituntut untuk menciptakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru.

“Kalau ruang fiskal terbatas, maka peningkatan PAD harus ditempuh dengan inovasi. Salah satunya melalui pengembangan layanan unggulan rumah sakit,” tegas Nurul Azizah.

Ia mencontohkan layanan seperti Digital Subtraction Angiography (DSA) dan Stem Cell sebagai potensi besar. Berbeda dengan layanan hemodialisis yang sepenuhnya dijamin BPJS, layanan canggih ini menyasar segmentasi pasien dengan pertimbangan ekonomi tertentu yang memerlukan branding dan pengemasan layanan yang tepat.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga mewaspadai potensi kenaikan beban anggaran Universal Health Coverage (UHC). Berdasarkan dinamika kebijakan pusat terkait pengurangan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI), beban APBD Bojonegoro untuk kesehatan diprediksi melonjak dari Rp238 miliar menjadi lebih dari Rp270 miliar per tahun.

Meski demikian, Wabup mengapresiasi keberhasilan sektor kesehatan yang berhasil mendongkrak Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Bojonegoro dari 72 tahun menjadi 75 tahun.

Direktur RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, dr. Ani Pujiningrum, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan RSCM akan difokuskan pada tiga layanan spesialis utama:

1. Cardiac Center: Penanganan penyakit jantung komprehensif dari diagnostik hingga rehabilitasi.

2. Stroke Center: Penguatan layanan stroke terintegrasi berbasis teknologi pencitraan pembuluh darah (DSA).

3. Stem Cell: Inovasi terapi regeneratif dengan standar kompetensi dan regulasi nasional.

“Melalui workshop ini, kami memastikan pengembangan layanan tidak berhenti pada wacana, tetapi terimplementasi secara bertahap, terukur, dan sesuai standar nasional melalui pendampingan teknis dari RSCM,” ujar dr. Ani.

Selain penguatan di rumah sakit, Pemkab Bojonegoro juga menetapkan target ambisius bagi Puskesmas pada tahun 2026, di antaranya Cek kesehatan gratis minimal 45% dari sasaran, Pengawalan program eliminasi TBC hingga tuntas, dan Penekanan angka stunting secara konsisten.

Sinergi antara RS rujukan nasional, RSUD, dan Puskesmas diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Bojonegoro secara berkelanjutan dan inovatif.