Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Insiden kebakaran maut melanda pemukiman padat penduduk di Dusun Gumelem, Desa Bogangin, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu dini hari (21/2/2026).
Peristiwa yang terjadi saat warga masih terlelap tersebut menelan satu korban jiwa dan menyebabkan kerugian materil yang cukup besar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Siswoyo, mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia bernama Sri Wahyuning Indriani. Korban diketahui dalam kondisi sakit stroke sehingga tidak sempat menyelamatkan diri saat api berkobar.
Api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 04.45 WIB. Laporan baru diterima oleh Pos Damkar Sumberrejo pada pukul 05.28 WIB. Menanggapi laporan tersebut, petugas bergerak cepat hanya dalam waktu tiga menit menuju lokasi.
“Petugas tiba di lokasi pukul 05.36 WIB dan berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 05.40 WIB. Respon cepat ini menjadi kunci agar api tidak merembet ke bangunan lain yang lebih luas,” ujar Siswoyo.
Dalam operasi tersebut, tiga personel dikerahkan dengan dukungan satu unit armada Fire Dome 16. Proses pemadaman juga dibantu oleh personel Koramil Sumberrejo, Polsek Sumberrejo, perangkat desa, serta warga sekitar.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, kebakaran diduga kuat dipicu oleh obat nyamuk bakar yang menyambar bagian rumah milik Iswanto (60), seorang wiraswasta setempat.
Api menghanguskan sekitar 25 persen bangunan berukuran 10 x 30 meter tersebut, mencakup ruang tamu dan satu kamar tidur. Meski menelan korban jiwa, petugas berhasil mengevakuasi sembilan jiwa lainnya dengan selamat dari lokasi kejadian.
Total kerugian akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp100 juta. Namun, kesigapan petugas berhasil menyelamatkan aset berharga senilai ratusan juta rupiah, di antaranyaDua unit mobil dan lima freezer daging senilai Rp400 juta, dan Rumah milik tetangga (Gatot) berukuran 9 x 9 meter senilai Rp250 juta.
Pasca-pemadaman, pihak Damkarmat Bojonegoro langsung memberikan sosialisasi kepada warga setempat mengenai pencegahan dini kebakaran.
“Kami mengingatkan masyarakat Bojonegoro agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama penggunaan sumber api terbuka seperti obat nyamuk bakar di dalam rumah,” pungkas Siswoyo.






