Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat komitmen perlindungan sosial bagi para pelayan masyarakat.
Melalui program jaminan ketenagakerjaan, kini para marbot masjid dan penjaga tempat ibadah lainnya di seluruh Kabupaten Bojonegoro resmi mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah ini ditegaskan dalam kegiatan pembinaan marbot yang berlangsung di Pendopo Malowopati, Kamis (05/03/2025).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran Kemenag, BPJS Ketenagakerjaan, serta pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bojonegoro.
Wakil Bupati Nurul Azizah menjelaskan bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini adalah bentuk apresiasi nyata atas peran vital para penjaga rumah ibadah. Program ini mencakup jaminan jika terjadi risiko kerja maupun santunan kematian.
“Jika terjadi risiko meninggal dunia, ahli waris dapat memperoleh santunan hingga puluhan juta rupiah. Selain itu, ada dukungan beasiswa pendidikan bagi anak-anak yang ditinggalkan, mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi,” jelas Nurul Azizah.
Bupati Setyo Wahono memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para marbot yang telah menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah bagi masyarakat Bojonegoro. Menurutnya, tanpa peran mereka, fungsi rumah ibadah tidak akan berjalan optimal.
Bupati juga menekankan agar masjid tidak hanya menjadi tempat ritual ibadah semata. Beliau mendorong masjid bertransformasi menjadi Pusat kegiatan masyarakat (pengajian dan ruang diskusi), dan Wadah kegiatan sosial yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Dalam acara tersebut, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan marbot masjid dan penjaga gereja.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian layanan sosial Pemkab, termasuk layanan kesehatan gratis dan ruang dialog publik yang rutin digelar setiap tanggal 17.
Pemerintah berharap, dengan terjaminnya kesejahteraan para penjaga rumah ibadah, partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah juga akan terus meningkat.








