Peristiwa

Pantauan Arus Balik Bojonegoro: Simpul Pertemuan Jalur Kapas-Tuban Meningkat Signifikan

liputanbojonegoro637
×

Pantauan Arus Balik Bojonegoro: Simpul Pertemuan Jalur Kapas-Tuban Meningkat Signifikan

Sebarkan artikel ini
424B4C0F CF5F 4480 BA75 7D04DF054E53

Liputanbojonegororo.com, Bojonegoro – Memasuki H+4 Hari Raya Idul Fitri, arus lalu lintas di wilayah Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan pada Selasa (24/03/2026).

Kepadatan kendaraan terpantau di sejumlah titik krusial, terutama di jalur sekitar Pasar Kapas hingga perempatan Proliman.

Kawasan ini merupakan salah satu simpul pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah, sehingga lonjakan volume lalu lintas terasa cukup tajam dibandingkan hari sebelumnya.

Arus kendaraan didominasi oleh roda dua dan roda empat pribadi. Meski sempat tersendat di beberapa titik, khususnya di perempatan Proliman, secara umum arus lalu lintas terpantau ramai lancar.

Lokasi ini dikenal sebagai penghubung penting antarwilayah, mulai dari akses menuju Kecamatan Sukosewu, Dander, hingga jalur utama menuju Jembatan Glendeng yang mengarah ke Kabupaten Tuban.

Salah satu pengendara asal Dander, Iwan Setiawan, mengungkapkan bahwa peningkatan mobilitas kendaraan sudah mulai terasa sejak siang hari, terutama bagi pengendara yang mengarah ke timur menuju Babat, Lamongan, hingga Surabaya.

“Volume kendaraan sudah mulai ramai, apalagi masih suasana Lebaran. Banyak masyarakat yang masih bersilaturahmi atau halal bihalal,” ujar Iwan saat ditemui di tengah perjalanannya menuju Lamongan.

Meski kondisi siang hari ini dinilai masih tergolong lancar, Iwan memprediksi kepadatan berpotensi meningkat drastis pada sore hari seiring dengan semakin tingginya mobilitas masyarakat lokal maupun pemudik yang mulai melakukan perjalanan balik.

Kondisi di jalur Kapas ini menjadi potret umum dimulainya tren arus balik di wilayah Bojonegoro.

Jalur-jalur penghubung antar-kabupaten diprediksi akan terus mengalami peningkatan volume kendaraan mengingat fungsinya sebagai lintasan utama pemudik di Jawa Timur.