Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Keluarga besar Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Istihlah dan Silaturahmi tahun 2026 yang dikemas dalam momentum Halal Bihalal.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sekitar 600 peserta yang memadati lokasi kegiatan, terdiri dari pejabat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, pengawas madrasah, serta kepala dan guru RA dari seluruh penjuru kabupaten.
Ketua PD IGRA Kabupaten Bojonegoro, Mamik Zumrodatin, mengungkapkan bahwa agenda tahunan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wadah strategis untuk mempererat tali persaudaraan antar pendidik.
“Melalui halal bihalal ini, kita jadikan momentum untuk saling memaafkan dan memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah mendidik generasi bangsa,” ujar Mamik dalam sambutannya Selasa, (31/03/2026).
Ia menambahkan bahwa terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan saling mendukung adalah kunci utama dalam membangun kualitas pendidikan RA di Bojonegoro.
Hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Aan Syahbana, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para guru RA.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan investasi jangka panjang yang menentukan arah pembangunan sumber daya manusia (SDM) di masa depan.
“Halal bihalal ini adalah kesempatan untuk meluruskan hal-hal yang mungkin kurang berkenan dengan tulus dan ikhlas. Apa yang Bapak dan Ibu guru tanamkan saat ini akan menjadi pondasi bagi masa depan anak-anak kita,” tegas Aan.
Aan juga mengingatkan para pendidik tentang kemuliaan profesi guru yang menjadi ladang amal jariyah.
Ia berpesan agar guru RA terus berinovasi dan menjaga karakter sebagai sosok pendidik yang sabar dan kreatif.
“Guru RA harus menjadi sosok yang penyayang, aktif, dan terus belajar.
Dengan kekompakan dan profesionalisme, kita optimis Bojonegoro mampu mencetak generasi yang berkarakter serta berakhlak mulia,” pungkasnya.






