Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Dorong Beasiswa dan Kemandirian Disabilitas

liputanbojonegoro637
×

Pemkab Bojonegoro Dorong Beasiswa dan Kemandirian Disabilitas

Sebarkan artikel ini
7C3C6BA4 C630 48EB 947A 07E6655A9E23

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmen penuhnya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan dan kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas.

Langkah nyata ini salah satunya diwujudkan melalui rencana penyesuaian regulasi beasiswa pendidikan tinggi serta penguatan sinergi lintas sektor.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bojonegoro periode 2026-2031 yang digelar di Pendopo Malowopati, Rabu (24/06/2026).

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memiliki kewajiban untuk mendukung setiap kegiatan dan program PPDI.

Banyak OPD yang siap bersinergi, mulai dari Dinas Sosial; Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro; hingga Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja sesuai tugas fungsinya masing-masing,” ujar Setyo Wahono.

Selain mendorong kemandirian ekonomi, Bupati Setyo Wahono merespons positif aspirasi terkait akses pendidikan yang inklusif.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tengah mengkaji penyesuaian regulasi agar putra-putri penyandang disabilitas bisa mendapatkan bantuan beasiswa hingga ke tingkat perguruan tinggi.

“Ini sudah menjadi kewajiban kami. Kita ingin penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dan mampu berdaya saing,” tegas Bupati.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai organisasi mitra—seperti Aisyiyah, Yatim Mandiri, IdFos Indonesia, dan MPS Padangan—yang selama ini aktif mendampingi para penyandang disabilitas.

Menurutnya, kolaborasi multi-pihak adalah kunci karena pemerintah tidak dapat berjalan sendiri.

Sejak berdiri pada tahun 2021, PPDI Bojonegoro terbukti aktif melahirkan berbagai program berdampak. Ketua PPDI Bojonegoro, Rony Setianto, memaparkan sejumlah capaian nyata yang telah diraih organisasi,

antara lain Jaminan Sosial Penyaluran bantuan rutin yang berhasil menjangkau 768 penerima manfaat disabilitas kategori berat, dan Pemberdayaan Ekonomi Pembentukan koperasi disabilitas beranggotakan 25 orang dengan perputaran omzet mencapai puluhan juta rupiah.

 Prestasi & Hibah: Meraih juara lomba video UMKM Alfamart (2023), juara harapan lomba inovasi Kabupaten Bojonegoro, serta sukses mendapatkan dana hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk pengembangan usaha herbal serta program kesehatan.

Menatap periode kepengurusan yang baru, PPDI Bojonegoro membidik target besar, yakni menghadirkan sebuah pusat usaha atau galeri produk disabilitas di Bojonegoro.

Rony berharap fasilitas ini nantinya dapat menjadi wadah bersama sekaligus proyek percontohan (pilot project) di Jawa Timur.

“Kami ingin bertransformasi menuju kemandirian. Disabilitas bukan hambatan, tetapi bagian dari masyarakat yang juga berpartisipasi dalam pembangunan dan mendukung program pemerintah daerah,” pungkas Rony.

Melalui pelantikan pengurus baru ini, sinergi antara Pemkab Bojonegoro, PPDI, dan segenap mitra strategis diharapkan mampu membuka ruang gerak yang lebih luas, inklusif, dan produktif bagi seluruh penyandang disabilitas di Bojonegoro.