Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PINTAR Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro Tahun 2026 Kelompok 39 Desa Margomulyo menggelar Workshop Pengolahan Uwi Ungu Menjadi Bolu Kukus, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ibu Kris Winanti, Kepala Dusun Jatiroto, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, tersebut diikuti oleh warga masyarakat setempat.
Workshop ini menjadi salah satu program kerja utama KKN Kelompok 39 yang berfokus pada pemanfaatan potensi lokal. Selama ini, uwi ungu yang menjadi salah satu hasil pertanian masyarakat masih banyak dijual dalam bentuk mentah, sehingga diperlukan inovasi pengolahan untuk meningkatkan nilai tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, materi dan praktik pengolahan disampaikan oleh anggota KKN Kelompok 39, yakni Bahrul Muhith dari Program Studi Teknik Informatika dan Lilis Maria Ulfah dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).
Keduanya memandu warga dalam proses pengolahan uwi ungu menjadi bolu kukus, mulai dari persiapan bahan hingga produk siap disajikan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Koordinator Desa KKN Kelompok 39, Adrian Chandra Septiyono, kemudian dilanjutkan sambutan dari Ibu Kris Winanti selaku Kepala Dusun Jatiroto dan Bapak Wadarohim selaku Ketua Kelompok Tani.
Dalam sambutannya, Adrian Chandra Septiyono menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Kelompok 39 dalam mengembangkan potensi lokal yang ada di Desa Margomulyo.
“Selama ini uwi ungu lebih banyak dijual dalam kondisi mentah. Melalui workshop ini, kami ingin memberikan alternatif pengolahan agar uwi ungu bisa memiliki nilai tambah dan berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha masyarakat,” ujar Adrian.
Sementara itu, Ibu Kris Winanti mengapresiasi pelaksanaan workshop yang melibatkan masyarakat secara langsung. Iaberharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan selama KKN, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan oleh warga.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan dari KKN Kelompok 39. Semoga setelah mengikuti kegiatan ini, masyarakat bisa mencoba mengolah uwi ungu sendiri dan mengembangkan hasilnya menjadi produk yang lebih bernilai,” tutur Ibu Kris.
Bapak Wadarohim selaku Ketua Kelompok Tani juga menyambut baik adanya inovasi pengolahan uwi ungu. Menurutnya, pemanfaatan hasil pertanian menjadi produk olahan dapat menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi bagi petani.
“Kami mendukung adanya inovasi seperti ini. Kalau uwi ungu bisa diolah menjadi berbagai produk, tentu nilai jualnya bisa lebih tinggi dibanding hanya dijual mentah. Harapannya masyarakat bisa terus mengembangkan,” ungkap Wadarohim.
Pada sesi inti, Bahrul Muhith dan Lilis Maria Ulfahmemberikan penjelasan sekaligus melakukan praktik bersama warga. Peserta mengikuti setiap tahapan pengolahan, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah uwi ungu, membuat adonan, hingga proses pengukusan.
Suasana workshop berlangsung interaktif. Warga turut terlibat dalam praktik dan berdiskusi mengenai kemungkinan pengembangan produk olahan uwi ungu lainnya.
Salah satu peserta mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan tersebut.
“Sebelumnya saya belum terpikir kalau uwi ungu bisa dibuat menjadi bolu kukus. Ternyata bisa diolah menjadi makanan yang menarik dan rasanya juga enak. Semoga setelah ini bisa mencoba membuat sendiri di rumah,” ujar salah satu peserta.
Melalui kegiatan ini, KKN Unugiri 2026 Kelompok 39berharap masyarakat dapat melihat uwi ungu tidak hanya sebagai hasil pertanian yang dijual mentah, tetapi juga sebagai bahan baku produk olahan yang memiliki potensi nilai ekonomi lebih tinggi.
Workshop tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kelompok 39 dalam mengembangkan potensi lokal Desa Margomulyo melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat, dengan harapan keterampilan yang diperoleh dapat terus diterapkan dan dikembangkan setelah program KKN berakhir.






