InfotaimentPariwisata&Kuliner

UMKM Kue Seribuan di Padangan Bojonegoro Tembus Omzet Puluhan Juta Per Hari

×

UMKM Kue Seribuan di Padangan Bojonegoro Tembus Omzet Puluhan Juta Per Hari

Sebarkan artikel ini

Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com — Kreativitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan perkembangan positif.

Salah satunya ditunjukkan oleh Tika, pemilik usaha kue di Jalan Diponegoro, Kecamatan Padangan, yang berhasil menyedot perhatian masyarakat lewat strategi penjualan unik: menetapkan harga serba Rp1.000 untuk seluruh jenis jajanannya.

Meski tergolong baru dan baru berjalan sekitar tiga bulan, bisnis kue seribuan ini telah mencatatkan kapasitas produksi fantastis. Setiap hari, Tika dan timnya memproduksi sekitar 30 ribu hingga 35 ribu kue.

Seluruh hasil produksi tersebut selalu habis terjual, baik dari pembelian langsung di tempat maupun pesanan dari luar daerah.

“Semua kue harganya seribu rupiah. Alhamdulillah, kami produksi 30 sampai 35 ribu jajanan setiap hari dan habis,” ungkap Tika.

Dengan volume penjualan tersebut, omzet kotor yang diraup usaha ini diperkirakan mencapai Rp30 juta hingga Rp35 juta per hari. Beragam jenis kue diproduksi setiap hari—mulai dari donat, roti, kukis, brownies, hingga risol.

Kunci utama Tika dalam mempertahankan harga murah meski di tengah fluktuasi harga bahan baku adalah efisiensi produksi skala besar (economies of scale). “Kita jual murah karena kita produksi skala besar,” jelasnya.

Harga yang ramah di kantong ini menjadi magnet kuat bagi para konsumen. Rina, salah satu pembeli, mengaku sangat puas karena bisa memborong kue berkualitas dengan harga jauh di bawah rata-rata perkotaan.

“Sangat puas beli kue di sini karena semuanya serba seribu. Kalau beli di kota mungkin harganya bisa Rp2 ribu sampai Rp3 ribu,” tutur Rina.

Tak hanya menjangkau pasar Bojonegoro, pesanan kini terus mengalir dari berbagai daerah seperti Cepu, Solo, hingga Yogyakarta. Tingginya permintaan tersebut turut memberikan dampak positif bagi ekonomi sekitar.

Dengan mempekerjakan 20 pegawai lokal, proses produksi yang berlangsung dari siang hingga malam hari ini berhasil membuka lapangan kerja bagi warga Kecamatan Padangan.

Perkembangan pesat usaha kue milik Tika menjadi bukti nyata bahwa kombinasi inovasi, efisiensi, dan keberanian menetapkan harga terjangkau mampu menembus pasar yang lebih luas.

Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang terus mendorong penguatan kapasitas, inovasi, dan perluasan akses pasar bagi para pelaku UMKM lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *