Liputanbojonegoro.com, Malang – Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, tampil sebagai narasumber pada gelaran Festival Mbois 10 (FM X) yang berlangsung di Malang Creative Center (MCC). Acara ini merupakan edisi ke-10 dari festival kreatif terbesar di Malang Raya, yang tahun ini mengusung tema “Creative City” dengan tagline “Celebrating a Decade of Innovation,” sebagai momentum refleksi dan akselerasi ekosistem kreatif daerah tersebut.
FM X diselenggarakan bersamaan dengan rangkaian acara nasional Creative Cities Festival (ICCF) 2025, yang berlangsung pada 6 hingga 10 November 2025 dengan tema “Nusantaraya: Dari Malang Raya untuk Nusantara.” ICCF 2025 sendiri merupakan pertemuan nasional jejaring kota dan kabupaten kreatif se-Indonesia, melibatkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
Di hadapan peserta ekonomi kreatif dan pengunjung festival, Cantika Wahono mempromosikan secara aktif beragam potensi unggulan dari Bojonegoro.
> Wastra dan Kriya: Beliau menyoroti batik Bojonegoro yang setiap motifnya memiliki filosofi, muatan lokal, dan sejarah kental. Selain batik, kriya berbahan kayu jati dengan ukiran khas untuk furniture yang unggul turut dipromosikan.
> Potensi Wisata: Destinasi wisata andalan Bojonegoro seperti Kayangan Api Abadi dan Wonocolo juga disampaikan kepada publik.
> Kuliner Khas: Beberapa kuliner lokal yang diperkenalkan antara lain serabi, nasi gulung, dan sambel ale.
Cantika Wahono juga membahas tantangan dan peluang dalam mengembangkan industri kreatif daerah. Beliau menekankan perlunya melibatkan generasi muda untuk menghadapi tantangan modernisasi.
“Beberapa produk kriya kami sudah ekspor karena tantangannya peluangnya terbuka untuk internasional,” ujar Cantika pada Sabtu (8/11/2025).
Kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri terus didorong oleh Dekranasda Bojonegoro. Beliau juga menambahkan pentingnya perlindungan hak cipta untuk setiap karya sebagai bentuk penghargaan terhadap cipta karya seni yang tinggi.
Ketua TP PKK Cantika Wahono, melalui Dekranasda Bojonegoro, menegaskan fokus mereka pada peningkatan wastra, khususnya batik. Motif-motif batik yang dikembangkan sarat filosofi, seperti, Motif daun jati, salak, padi, Inspirasi dari tempat wisata seperti Negeri Atas Angin, Wisata Kayangan Api, dan Teksas Wonocolo.
Dalam upaya melibatkan generasi muda, Dekranasda Bojonegoro melakukan pelatihan, lomba desain dan motif, serta mengadakan Event Tahunan Wastra Batik Festival di Bojonegoro.
“Kami memiliki wadah untuk melibatkan generasi muda tidak Bidang Kriya dan Wastra tapi ekonomi kreatif yang lainnya sebagai sebuah ekosistem. Kami komitmen terhadap peningkatan wastra yang berada di Bojonegoro, kami selalu mengikuti event-event baik Nasional maupun Internasional,” terangnya. (Prokopim)






