Pemerintahan

Awal 2026, Inflasi di Bojonegoro Terkendali pada Level 2,88 Persen

liputanbojonegoro637
×

Awal 2026, Inflasi di Bojonegoro Terkendali pada Level 2,88 Persen

Sebarkan artikel ini
49FB98D2 892D 4312 874F 281BF0A17592

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk periode Januari 2026. Tercatat, tingkat inflasi tahunan (year-on-year) di Bojonegoro berada di angka 2,88 persen dengan IHK mencapai 111,19. Angka ini menunjukkan bahwa stabilitas harga barang dan jasa di wilayah tersebut masih terjaga dengan baik.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kabupaten Bojonegoro, Yuliatin, menjelaskan bahwa meskipun terkendali, inflasi tahunan ini tetap dipengaruhi oleh kenaikan harga pada mayoritas kelompok pengeluaran masyarakat.

BPS mencatat kenaikan harga terjadi pada sembilan kelompok pengeluaran. Sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya memimpin kenaikan tertinggi sebesar 12,99 persen, disusul oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang meningkat sebesar 10,23 persen. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi sebesar 1,88 persen.

“Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perumahan dan energi rumah tangga. Namun, ada juga sektor yang mengalami penurunan harga atau deflasi, yaitu kelompok kesehatan serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya,” ungkap Yuliatin dalam keterangannya.

Menariknya, meski inflasi tahunan tumbuh, secara bulanan (month-to-month) Bojonegoro justru mengalami deflasi sebesar 0,33 persen. Hal ini menandakan adanya penurunan harga pada sejumlah komoditas pokok di pasar jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang andil inflasi antara lain Tarif listrik,  Emas perhiasan, Tomat, kelapa, daging ayam ras, dan kopi bubuk.

Sebaliknya, laju inflasi berhasil diredam oleh penurunan harga pada komoditas pangan seperti bawang putih, cabai merah, cabai rawit, kangkung, dan ikan nila.

Data yang dirilis BPS ini akan menjadi acuan penting bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memantau denyut ekonomi daerah. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pihak terkait guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga di pasar.