Olahraga

Bintang Catur Bojonegoro, Revita Khoirisalma, Raih Dua Medali di Porprov 2025

liputanbojonegoro637
×

Bintang Catur Bojonegoro, Revita Khoirisalma, Raih Dua Medali di Porprov 2025

Sebarkan artikel ini
3d1c2f05 29de 45d5 bc68 2654ca9fae43

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro,  — Revita Khoirisalma, atlet catur andalan Bojonegoro, kembali mengharumkan nama daerahnya dengan meraih dua medali sekaligus pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2025. Perjalanan Revita di dunia catur dimulai dari arena tak terduga: teras rumahnya, di mana ia menjadi penonton setia saat ayah dan kakaknya bertanding.

“Awalnya cuma lihat, tapi lama-lama penasaran. Akhirnya coba main sendiri,” tutur Revita. Rasa penasaran itu mengantarnya pada turnamen pertamanya yang mengejutkan. Pada 2014, ia yang masih di bangku Taman Kanak-kanak (TK) berhasil meraih juara kedua dalam kategori 1–3 SD. Prestasi ini membuka jalan bagi kariernya, di mana ia kemudian direkrut oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Bojonegoro.

Sejak saat itu, Revita memulai latihan intensif. Ia menghabiskan ratusan jam untuk mengasah kemampuan, baik di markas Percasi maupun sesi latihan pribadi yang bisa berlangsung hingga tujuh jam. Menu latihannya sangat beragam, mulai dari simulasi pertandingan, analisis strategi lawan, hingga melawan pemain yang jauh lebih berpengalaman.

“Kalau ketemu lawan kuat, justru itu kesempatan belajar. Rasanya seperti naik gunung, capek, tapi pemandangannya indah di puncak,” ujarnya. Mental baja ini ditempa melalui latihan yang fokus pada ketahanan psikologis, karena menurutnya, satu langkah yang salah bisa merusak seluruh strategi.

Menjelang Porprov 2025, Revita menjalani persiapan ketat dengan dukungan penuh dari Bojonegoro, termasuk fasilitas puslatkab, akomodasi, dan pelatih. Selama tiga bulan, hidupnya nyaris hanya berpusat pada catur.

Ajang Porprov 2025 menjadi medan pertempuran yang menguras fisik dan mental. Revita harus bertanding di tiga nomor berbeda—cepat, kilat, dan klasik—dengan total 19 pertandingan. “Waktu itu badan rasanya nggak fit, kepala berat, tapi saya nggak mau menyerah,” kenangnya.

Keteguhan Revita membuahkan hasil. Ia berhasil membawa pulang dua medali, yang baginya merupakan simbol dari kerja keras, kedisiplinan, dan doa. Meskipun kini ia berstatus sebagai mahasiswa baru di Universitas Negeri Surabaya, Revita tetap berkomitmen untuk terus mewakili Bojonegoro.

Harapannya sederhana namun kuat: terus berkembang dan membawa nama Bojonegoro ke kancah nasional, bahkan internasional. “Catur mengajarkan saya bahwa hidup itu penuh pilihan. Satu langkah yang tepat bisa mengubah segalanya,” tutupnya.