PemerintahanPeristiwa

BKKD 2025: Pengaspalan Jalan Desa Panjang Capai 95%, Perkuat Konektivitas Bojonegoro–Nganjuk

liputanbojonegoro637
×

BKKD 2025: Pengaspalan Jalan Desa Panjang Capai 95%, Perkuat Konektivitas Bojonegoro–Nganjuk

Sebarkan artikel ini
D3031C3F 4758 467B 8636 E539A07E2CD7

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memacu pembangunan infrastruktur melalui Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun 2025. Salah satu capaian signifikan terlihat di Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, di mana proyek pengaspalan jalan poros desa kini telah mencapai progres 95 persen.

Pembangunan ini tidak hanya memperbaiki akses internal desa, tetapi juga memperkuat jalur alternatif strategis yang menghubungkan wilayah lintas timur Bojonegoro dengan Kabupaten Nganjuk.

Kepala Desa Panjang, Hari Hartono, menjelaskan bahwa program BKKD kali ini difokuskan pada pengaspalan jalan poros yang menghubungkan Desa Panjang menuju Desa Tondomulo, tepatnya ke arah Dusun Malangbong Panjang Jalan: 662 meter, Lebar Jalan: 4 meter, dan Lokasi: RT 09, 10, 11, dan 12 (RW 05), Dusun Panjang, Desa Panjang.

“Kami sangat bersyukur karena jalan poros desa yang sebelumnya rusak kini sudah diperbaiki. Ini sangat membantu aktivitas mobilitas harian warga, baik untuk ekonomi, pendidikan, maupun pertanian,” ujar Hari Hartono saat ditemui pada Selasa (30/12/2025).

Realisasi proyek ini merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat yang diajukan melalui proposal ke tingkat kabupaten. Jalan tersebut merupakan urat nadi bagi warga untuk mendistribusikan hasil pertanian dan menjalankan aktivitas perdagangan.

Sugeng, salah satu warga setempat, turut mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Dulu jalannya rusak parah, sekarang sudah mulus. Terima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan kondisi jalan desa kami,” ungkapnya.

Meski pembangunan di sisi Desa Panjang hampir rampung, tantangan konektivitas masih ada di titik perbatasan. Jalur ini merupakan bagian dari rute alternatif penting Bojonegoro–Nganjuk.

• Sisi Nganjuk: Pemkab Nganjuk telah melakukan pengecoran jalan hingga wilayah Desa Mbajang.

• Sisi Bojonegoro: Masih terdapat ruas di perbatasan Dusun Malangbong yang memerlukan kelanjutan pembangunan agar tersambung secara optimal dengan akses yang sudah dibangun oleh Kabupaten Nganjuk.

Hari Hartono berharap Pemkab Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah dapat melanjutkan sisa pembangunan hingga mencapai perbatasan Nganjuk.

“Saya mohon agar pembangunan ini bisa dilanjutkan. Di wilayah Mbajang (Nganjuk) jalannya sudah dicor, semoga dapat segera disambung agar akses antarwilayah benar-benar maksimal,” harap Kades Panjang tersebut.

Dengan tersambungnya seluruh jalur lintas timur ini, diharapkan distribusi logistik dan hasil bumi antar-kabupaten akan semakin cepat, yang pada akhirnya akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.