Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Bojonegoro pada Jumat (23/1/2026) sore. Akibat peristiwa ini, puluhan rumah di dua kecamatan, yakni Tambakrejo dan Ngambon, dilaporkan mengalami kerusakan.
Badai mulai menerjang sekitar pukul 15.30 WIB di wilayah Barat Bojonegoro. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, angin kencang menyebabkan kerusakan masif pada bagian atap rumah warga serta menumbangkan sejumlah pohon besar.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengonfirmasi bahwa personel tim reaksi cepat langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah laporan diterima untuk melakukan assessment dan evakuasi.
Di Kecamatan Tambakrejo, tercatat sebanyak 17 rumah mengalami kerusakan dengan rincian sebagai berikut Desa Gading 12 rumah mengalami rusak ringan hingga sedang dengan taksiran kerugian Rp3 juta per rumah.
“Sedangkan Desa Bakalan 5 rumah mengalami rusak sedang dengan taksiran kerugian Rp3,5 juta per rumah.”
Sementara itu, di Kecamatan Ngambon, dampak angin kencang jauh lebih beragam. Selain menimpa 15 rumah warga, angin kencang juga mengakibatkan: Robohnya kanopi masjid dan satu kandang ayam milik warga, Bangunan MI Attolibin tertimpa dua pohon tumbang, Satu pohon tumbang sempat menutup akses jalan sebelum akhirnya dievakuasi petugas.
BPBD Bojonegoro bersama unsur TNI, Polri, dan Satpol PP telah mendistribusikan paket sembako sebagai bantuan darurat bagi warga terdampak. Meski mengalami kerusakan atap, hingga saat ini warga dilaporkan masih bertahan di rumah masing-masing.
“Kami telah menginstruksikan pemerintah desa segera menyusun proposal laporan kepada Bupati untuk langkah penanganan lebih lanjut. Pembersihan puing-puing bangunan dan pohon tumbang dilanjutkan secara gotong-royong pagi ini,” ujar Heru Wicaksi dalam keterangan resminya.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meminta masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau untuk memangkas dahan pohon yang rimbun di sekitar rumah guna meminimalisir risiko pohon tumbang saat hujan angin.







