Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyatakan optimismenya untuk menjadi salah satu daerah percontohan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia.
Komitmen ini ditunjukkan saat menerima kunjungan pendampingan dan penilaian dari Komisi Nasional (Komnas) Pengendalian Tembakau pada Selasa (23/06/2026).
Kedatangan tim penilai disambut langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, di Ruang Batik Madrim, Gedung Pemkab Bojonegoro. Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Ninik Susmiati.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa agenda penilaian ini merupakan sarana pembelajaran strategis guna memperkuat implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2025 tentang Kawasan Tanpa Rokok.
Selain penegakan aturan, Pemkab Bojonegoro juga fokus memberikan pembinaan kepada kelompok masyarakat rentan, khususnya ibu hamil dan anak-anak.
“Kami mengharapkan saran dan masukan dari tim penilai KTR agar masyarakat bisa lebih sehat dan bebas dari asap rokok. Rekomendasi ini akan kami jadikan dasar perbaikan ke depan.
Harapannya, Bojonegoro bisa menjadi daerah percontohan dan inspirasi bagi daerah lain agar lebih baik, bebas asap rokok, serta berdaya saing,” ujar Setyo Wahono.
Untuk mewujudkan target tersebut, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pers, hingga seluruh stakeholder terkait untuk saling berkolaborasi.
Tim penilai dari pusat yang turun langsung ke Bojonegoro berjumlah 5 orang, yang terdiri dari lintas kementerian dan organisasi, yaitu:
1 dr. Benget Saragih (Penanggung Jawab PPAT/Pengendalian Penyakit Akibat Tembakau sekaligus Direktorat Penyakit Tidak Menular, Kemenkes RI)
2 Ivo Arzia Isma (Analisis Hukum Ahli Madya, Direktorat Produk Hukum Daerah, Kemendagri RI)
3 Mochamad Iqbal Prakoso (Koordinator Tim Kerja Standardisasi Tata Operasional Pol PP/Pamong Pemerintahan, Direktorat Pol PP dan Linmas Kemendagri RI)
4 Taufik Hidayat (Relation Coordinator Komnas Pengendalian Tembakau)
5 Nina Samidi (Wakil Sekretaris Jenderal Komnas Pengendalian Tembakau)
Usai melakukan pertemuan formal, tim penilai didampingi Kepala Dinkes Bojonegoro langsung melakukan peninjauan lapangan secara maraton ke sejumlah titik KTR.
Lokasi yang disasar meliputi fasilitas ibadah seperti Masjid Agung Darussalam dan Gereja Santo Paulus, fasilitas kesehatan di RS Aisyiyah, serta institusi pendidikan di SMAN 1 Bojonegoro dan SMPN 2 Bojonegoro.
Tim juga meninjau area publik seperti Taman Lokomotif dan Terminal Rajekwesi, disusul lingkungan perkantoran yaitu Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Sosial.
Penilaian diakhiri dengan meninjau Tempat Penitipan Anak (TPA) Kecamatan Kapas yang dikelola oleh DP3AKB Bojonegoro sebagai bentuk komitmen perlindungan zona ramah anak dari paparan asap rokok.






