Liputanbojonegoro.com, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memperkuat ekonomi kreatif dengan berpartisipasi dalam ajang The International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026. Pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara ini berlangsung pada 4–6 Februari 2026 di Jakarta.
Tahun ini, INACRAFT mengusung tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs”. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan visi Pemkab Bojonegoro yang tengah gencar mendorong peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Dalam ajang ini, stand Bojonegoro menampilkan berbagai produk unggulan yang telah melalui proses kurasi ketat, di antaranya Batik Khas Bojonegoro dengan corak yang melambangkan kekayaan alam lokal, Kriya Kayu Jati yang memanfaatkan bahan baku berkualitas premium dari wilayah Bojonegoro, Aksesoris Tangan dan berbagai produk olahan kreatif lainnya.
Menariknya, mayoritas pelaku usaha yang terlibat adalah perempuan pengusaha (womenpreneurs) yang selama ini mendapatkan pendampingan intensif dari pemerintah daerah, mulai dari pelatihan teknis hingga fasilitasi legalitas usaha.
Bupati Bojonegoro menegaskan bahwa kehadiran mereka di INACRAFT bukan sekadar rutinitas promosi, melainkan langkah strategis menuju kemandirian ekonomi masyarakat.
“Melalui pameran ini, kami ingin menunjukkan bahwa karya perempuan Bojonegoro tidak hanya bernilai estetika tinggi, tetapi juga mampu bersaing secara global dan menjadi penopang ekonomi keluarga maupun daerah,” ujar Bupati.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dekranasda Bojonegoro, Bunda Cantika Wahono, menambahkan bahwa INACRAFT 2026 menjadi momentum penting bagi UMKM lokal untuk mempelajari tren pasar dan desain global.
“Kami berharap kehadiran Bojonegoro di sini membuka peluang kerja sama baru dan memperkuat posisi UMKM, khususnya yang digerakkan oleh perempuan, sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi,” jelas Bunda Cantika.
Keikutsertaan yang konsisten sejak tahun 2022 ini diharapkan dapat terus meningkatkan standar kualitas produk lokal agar selaras dengan permintaan pasar internasional, sekaligus memperluas jejaring bisnis para pelaku UMKM Bojonegoro.






