Pemerintahan

Bojonegoro Resmi Rilis Beras Premium Rojo Nogo

liputanbojonegoro637
×

Bojonegoro Resmi Rilis Beras Premium Rojo Nogo

Sebarkan artikel ini
7F95A457 054E 4285 A5FE 895654C48E35

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi meluncurkan produk beras lokal premium dengan merek “Rojo Nogo” pada Senin (29/6/2026).

Langkah strategis yang diinisiasi oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bojonegoro Pangan Mandiri (BPM) ini digelar di Ballroom Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK) Bojonegoro sebagai upaya nyata mewujudkan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Acara peluncuran tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Direktur Perumda BPM Choirul Huda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Wakil Ketua Komisi B DPRD, serta jajaran perwakilan instansi terkait.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan bahwa kehadiran beras “Rojo Nogo” menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan potensi pertanian Bojonegoro.

Selama ini, Bojonegoro telah dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi terbesar di Jawa Timur, sehingga potensi tersebut harus mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang konkret bagi masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa kehadiran Perumda BPM bukan untuk mematikan atau bersaing dengan pelaku usaha yang sudah ada, melainkan menjadi mitra strategis yang menghubungkan petani dengan pasar yang lebih luas.

“BUMD Pangan hadir sebagai bagian dari ekosistem pangan daerah. Semangatnya adalah kolaborasi, memberikan nilai tambah pada hasil pertanian, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Bojonegoro,” ujar Setyo Wahono.

Melalui pola sinergi ini, Perumda BPM akan merangkul kelompok tani, pengusaha penggilingan padi, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar hasil panen lokal dapat dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Perumda BPM, Choirul Huda, menjelaskan bahwa beras “Rojo Nogo” disiapkan untuk membangun identitas beras premium khas Bojonegoro yang memiliki daya saing tinggi di pasar nasional.

“Beras Rojo Nogo diproduksi dari hasil panen petani Bojonegoro dengan menggunakan bibit padi berkualitas, sehingga diharapkan mampu menghadirkan produk beras premium yang memiliki mutu baik dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” terang Choirul.

Melalui peluncuran merek baru ini, Pemkab Bojonegoro berharap sinergi lintas sektor antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha dapat semakin solid, sekaligus memperkuat posisi Bojonegoro sebagai pilar utama lumbung pangan nasional.