Pemerintahan

Bukan Sekadar Kunjungan, Ini Misi Besar di Balik Pertemuan Khofifah dan Sherly Tjoanda

liputanbojonegoro637
×

Bukan Sekadar Kunjungan, Ini Misi Besar di Balik Pertemuan Khofifah dan Sherly Tjoanda

Sebarkan artikel ini
1B838D5F 1F69 4949 BBA1 D424A74946CF

Liputanbojonegoro.com, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menerima kunjungan kehormatan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, di Gedung Negara Grahadi, Jumat (27/2/2026).

Pertemuan ini menandai babak baru implementasi konkret atas kerja sama strategis dan misi dagang yang sebelumnya telah dirintis oleh kedua provinsi.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan forum teknis untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan pemerintahan dan penguatan ekonomi daerah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antarperangkat daerah.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah isu ketidakseimbangan arus logistik antarpulau. Saat ini, mayoritas kebutuhan pangan dan sembako di Maluku Utara dipasok dari Jawa Timur.

Namun, kapal yang kembali ke Jawa seringkali tidak membawa muatan optimal, yang memicu tingginya biaya logistik dan inflasi di Maluku Utara.

“Kami mencari solusi bersama agar tercipta efisiensi. Prinsipnya, ketika kapal berangkat penuh, kembalinya pun harus penuh.

Produk unggulan Maluku Utara harus bisa mengisi muatan balik ke Jawa Timur agar distribusi lebih seimbang dan biaya logistik dapat ditekan,” ujar Khofifah.

Selain sektor perdagangan, fokus utama kolaborasi ini mencakup:

• Akselerasi SPBE: Maluku Utara (indeks 3,6) berkomitmen melakukan studi banding ke Jawa Timur yang telah mencapai indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 4,7.

• Inovasi ASN: Penguatan manajemen Aparatur Sipil Negara melalui sistem perjanjian kinerja yang lebih terukur dan transparan.

• Penguatan BUMD: Mendorong perusahaan daerah agar dikelola secara profesional dan akuntabel guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemprov Jatim dalam membagikan praktik terbaik (best practices) pembangunan.

“Kunjungan ini membawa misi belajar sekaligus memperkuat implementasi kerja sama konkret. Kami ingin mengadopsi integrasi layanan digital dan transparansi kinerja yang telah berjalan sukses di Jawa Timur,” ungkap Sherly.

Ke depan, kolaborasi kedua provinsi akan diperluas pada beberapa sektor strategis:

1. Pertanian: Pengembangan komoditas unggulan daerah.

2. Kapasitas SDM: Peningkatan kompetensi ASN antarwilayah.

3. Rantai Pasok: Membangun ekosistem perdagangan yang lebih efisien dan berkeadilan bagi masyarakat di kawasan Timur Indonesia.

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi dari kedua provinsi, termasuk Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, guna memastikan sinergi lintas sektor berjalan secara berkelanjutan.