Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membidik kawasan bantaran sungai Bengawan Solo sebagai pusat pertumbuhan baru sektor pertanian.
Langkah strategis ini diambil guna memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan sekaligus menciptakan pilar ekonomi baru di luar sektor minyak dan gas bumi (migas).
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Bojonegoro dalam kegiatan “Bupati Medhayoh” yang berlangsung di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kamis (11/6/2026).
Menurut Bupati, karakteristik tanah yang subur dan ketersediaan air yang melimpah sepanjang tahun menjadikan kawasan bantaran Bengawan Solo memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Namun, pengelolaannya memerlukan komitmen jangka panjang dan pemanfaatan teknologi modern.
“Pertanian merupakan sektor yang sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Karena itu, pengembangan kawasan bantaran Bengawan harus dilakukan secara terencana dengan memanfaatkan teknologi, penguatan kelembagaan petani, serta dukungan infrastruktur yang memadai,” ujar Bupati dalam arahannya.
Melalui ruang dialog dalam program Medhayoh, Bupati langsung menyerap berbagai aspirasi dan keluhan dari masyarakat setempat.
Tercatat, para petani mengeluhkan empat masalah utama di lapangan Kebutuhan jaringan irigasi yang merata, Akses terhadap sarana produksi pertanian, Manajemen pengendalian banjir berkala, dan Kepastian pasar untuk menampung hasil panen.
Merespons hal tersebut, Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk mengintegrasikan masukan warga ke dalam kebijakan pembangunan daerah.
Program-program strategis seperti rehabilitasi jaringan irigasi, peningkatan kapasitas SDM petani, hingga pengembangan komoditas unggulan akan terus digenjot secara masif.
Optimalisasi sektor pertanian di sepanjang bantaran sungai ini juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi daerah.
Di tengah tantangan sektor migas yang kian dinamis, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi yang inklusif dan padat karya bagi masyarakat Bojonegoro.
Bupati optimistis, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan, wilayah bantaran Bengawan Solo dapat menjelma menjadi motor penggerak kesejahteraan baru.
“Dari bantaran Bengawan, kita menanam harapan. Dari pertanian yang kuat, kita membangun Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” pungkas Bupati. (Prokopim)






