Peristiwa

CFD Perdana Kedungadem: 110 UMKM Bojonegoro Panen Berkah

liputanbojonegoro637
×

CFD Perdana Kedungadem: 110 UMKM Bojonegoro Panen Berkah

Sebarkan artikel ini
9D151E3D CF2A 4149 9F30 001161B0EAE7

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Kawasan pusat Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, mendadak berubah menjadi pusat lautan manusia pada Minggu pagi (15/2/2026).

Pelaksanaan Car Free Day (CFD) perdana di wilayah tersebut sukses menyedot perhatian ribuan warga sekaligus menjadi momentum kebangkitan ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sejak matahari baru menyingsing, warga dari berbagai penjuru kecamatan sudah memadati jalur utama yang steril dari kendaraan bermotor. Suasana riuh rendah dipenuhi pengunjung yang antusias mengikuti senam bersama, berolahraga ringan, hingga sekadar bersantai menikmati udara pagi.

Tingginya kunjungan warga berdampak langsung pada sektor perdagangan. Lapak-lapak pedagang yang tertata rapi di sepanjang rute CFD langsung diserbu pembeli. Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu primadona kuliner pagi itu adalah lapak “Mbak Mu Terasa”. Menu bubur khas Madura miliknya menjadi incaran warga hingga menyebabkan antrean panjang usai sesi senam bersama.

Ketua Panitia CFD Kedungadem, Jasmo Adi Putra, yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna setempat, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesuksesan gelaran perdana ini. Ia mencatat sedikitnya ada 110 pelaku UMKM yang ambil bagian dalam acara tersebut.

“Kami tidak menyangka antusiasmenya sebesar ini. Peserta senam ramai, pengunjung membludak, dan yang paling membahagiakan, 110 UMKM merasakan dampak positifnya,” ujar Jasmo.

Produk yang ditawarkan sangat beragam, meliputi Makanan tradisional, jajanan kekinian, dan minuman segar, Produk handmade karya warga lokal yang mendapatkan ruang promosi gratis.

Bagi para pedagang, momen ini merupakan “suntikan energi” baru. Banyak dari mereka yang melaporkan bahwa barang dagangannya habis terjual (ludes) jauh sebelum jadwal acara berakhir.

Hal ini dianggap sebagai peluang emas, terutama menjelang bulan suci Ramadhan, untuk meningkatkan omzet dan memperkenalkan produk ke jangkauan konsumen yang lebih luas.

Jasmo Adi Putra menegaskan bahwa CFD bukan sekadar ajang hiburan semata, melainkan strategi serius dalam pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa digelar rutin setiap akhir pekan agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” tambahnya.

Keberhasilan kolaborasi antara pemuda dan masyarakat ini menjadi sinyal kuat bahwa Kedungadem siap mandiri secara ekonomi.

Jika konsistensi penyelenggaraan terjaga, CFD diprediksi akan menjadi ikon baru yang memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga di Kabupaten Bojonegoro bagian timur tersebut.