Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Intensitas curah hujan yang meningkat di wilayah Kabupaten Bojonegoro memicu perhatian serius dari pihak kepolisian. Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
Dalam keterangannya pada Senin (19/1/2026), AKBP Afrian menjelaskan bahwa perubahan cuaca yang fluktuatif saat ini di Bojonegoro berpotensi memicu berbagai ancaman keselamatan, mulai dari angin kencang, pohon tumbang, hingga luapan air di sejumlah titik rawan banjir.
Guna meminimalisir risiko kecelakaan dan kerugian materiil, Kapolres menekankan beberapa langkah antisipasi bagi warga antara lain:
• Hindari Area Berisiko: Masyarakat diminta menjauhi pohon besar, baliho, tiang listrik, dan bangunan tua saat hujan lebat berlangsung guna menghindari risiko tertimpa material roboh.
• Keamanan di Perairan: Warga dilarang beraktivitas di sekitar bantaran sungai atau wilayah Bengawan Solo. Hal ini dikarenakan debit air dapat meningkat secara mendadak (flash flood).
• Pengawasan Ekstra terhadap Anak: Orang tua diimbau untuk memastikan putra-putrinya tidak bermain di dekat aliran sungai atau saluran air yang arusnya sedang deras.
Sebagai langkah konkret, Kapolres telah menginstruksikan jajaran Kapolsek dan Bhabinkamtibmas untuk turun langsung ke desa-desa. Mereka ditugaskan melakukan patroli dialogis guna memberikan edukasi mengenai keamanan lingkungan (kamtibmas) terkait cuaca buruk.
“Kami meminta masyarakat untuk aktif memantau informasi resmi dari BMKG. Sinergi antara warga dan petugas di lapangan sangat penting untuk menjaga keselamatan bersama,” ujar AKBP Afrian.
Pihak Kepolisian Resor Bojonegoro juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu melapor jika terjadi situasi darurat. Warga dapat segera mendatangi kantor polisi terdekat atau memanfaatkan layanan bantuan cepat melalui: Layanan Darurat Polri: 110
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat Bojonegoro lebih waspada dan mampu melakukan mitigasi mandiri demi menjaga keselamatan jiwa maupun harta benda di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.






