Pemerintahan

Dekranasda Bojonegoro dan Sragen Kolaborasi Jangka Panjang Lewat Studi Tiru

liputanbojonegoro637
×

Dekranasda Bojonegoro dan Sragen Kolaborasi Jangka Panjang Lewat Studi Tiru

Sebarkan artikel ini
E49423CA 169F 4A09 B58D 95002AFFFA6B

Liputanbojonegoro.com, Sragen – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro memperluas jejaring kolaborasi dengan melakukan studi tiru ke Dekranasda Sragen, yang dikenal memiliki pengelolaan galeri dan sentra kerajinan yang tertata baik. Rombongan Dekranasda Bojonegoro disambut hangat di Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Sragen pada Senin (08/12/2025).

Ketua Dekranasda Bojonegoro, Cantika Wahono, menyatakan bahwa kunjungan ini melampaui sekadar studi tiru. Menurutnya, ini adalah langkah awal untuk membangun hubungan jangka panjang dan sinergi antara kedua daerah yang sama-sama kaya akan potensi kriya.

“Kami benar-benar berharap ada kerja sama yang berkelanjutan antara Bojonegoro dan Sragen. Termasuk kolaborasi di beberapa kriya dari kedua kabupaten ini,” ujar Cantika.

Ia menekankan bahwa kemitraan dan saling berbagi pengalaman sangat krusial, terutama dalam memperkuat posisi para pelaku usaha kerajinan lokal dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin dinamis.

“Kami senang sekali bisa belajar langsung dari contoh-contoh baik yang ada di Sragen. Mudah-mudahan apa yang kami upayakan ini diridhai Allah SWT, sehingga kami pulang membawa banyak ilmu dan pengalaman,” tambahnya.

Ketua Dekranasda Sragen, Linda Sigit Pamungkas, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia sempat menyinggung kekhasan Sragen sebagai The Land of Java Man karena ditemukannya sebagian besar fosil manusia purba di Indonesia di wilayah ini.

Linda juga menyampaikan keterbukaan untuk saling belajar. “Pasti ada yang kurang dari kami. Bisa jadi justru yang tidak ada di sini itu hadirnya di Bojonegoro. Karena itu, mari kita saling mempelajari satu sama lain. Apa pun yang bisa diadopsi dan diperbaiki, kami berharap dapat masukan,” ungkapnya.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung akrab, Ketua Harian Dekranasda Sragen, Tugiyono, memaparkan strategi pemasaran yang mereka terapkan, mulai dari pemanfaatan website, pameran, siaran radio, hingga penjualan terpusat melalui SIKK.

Tugiyono menjelaskan bahwa SIKK menjadi pusat aktivitas Dekranasda Sragen, dilengkapi dengan galeri, ruang pelatihan, kantor, dan ruang pertemuan, serta menjadi lokasi rutin penyelenggaraan event pengenalan kerajinan dan pelatihan yang diadakan hampir setiap minggu.

Ia juga menyoroti beberapa faktor kunci percepatan program pengembangan UMKM kreatif di Sragen: Komitmen Kepala Daerah, Sinergi yang kuat antar-OPD, dan Pendekatan komunikasi yang humoris dan humanis.

Lebih lanjut, Tugiyono menyebut kemandirian pengusaha batik sebagai salah satu kekuatan utama Sragen, bahkan mampu membuka galeri di berbagai kota. “Motivasi untuk berpikir mandiri menjadi kunci berkembangnya batik Sragen,” tegasnya.

Kunjungan studi tiru ini diakhiri dengan kegiatan berkeliling melihat Galeri SIKK dan fasilitas pendukungnya. Momen paling humanis adalah saat Ketua Dekranasda Bojonegoro berkesempatan mencoba proses membatik khas Sragen dalam kegiatan membatik bersama.

Kunjungan ini diharapkan menjadi tonggak awal dari kolaborasi yang lebih kuat, membuka pintu pembelajaran bersama, serta mendorong lahirnya inovasi kriya yang dapat memperkaya ekonomi kreatif Bojonegoro maupun Sragen ke depan.