Peristiwa

Diguyur Hujan, Ribuan Jamaah Ikatan Hajjah Muslimat NU Bojonegoro Tetap Antusias Hadiri Pengajian di Kepohbaru

liputanbojonegoro637
×

Diguyur Hujan, Ribuan Jamaah Ikatan Hajjah Muslimat NU Bojonegoro Tetap Antusias Hadiri Pengajian di Kepohbaru

Sebarkan artikel ini
9FB4A2EC 5262 47B2 8BAF 956CB683EB22

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Ribuan jamaah Ikatan Hajjah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) se-Kabupaten Bojonegoro memadati Lapangan Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru, pada Selasa (27/01/2026). Kehadiran mereka bertujuan untuk mengikuti pengajian rutin yang digelar sebagai ajang silaturahim sekaligus penguatan keimanan.

Meski cuaca di lokasi diwarnai hujan rintik-rintik, semangat para jamaah tidak surut. Mereka tetap bertahan hingga akhir acara untuk mendengarkan pesan-pesan agama yang disampaikan oleh penceramah asal Pasuruan, Ibu Nyai Hj. Nurul Abidah.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua PC Muslimat NU Bojonegoro, Ketua Ikatan Hajjah Muslimat NU Bojonegoro, serta jajaran Forkopimcam Kepohbaru yang dipimpin oleh Camat Kepohbaru, Triguno Sudjono Prio, S.STP., MM. Hadir pula Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah NU Kepohbaru beserta badan otonom (Banom) lainnya.

Untuk menjamin kelancaran acara, personel gabungan dari TNI, Polri, dan sekitar 50 anggota Banser dikerahkan guna melakukan pengamanan terpadu di sekitar lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Camat Kepohbaru Triguno Sudjono Prio menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. Ia mengapresiasi kegigihan para jamaah yang tetap hadir meski cuaca kurang bersahabat.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada panjenengan semua. Walaupun hujan rintik-rintik, semangat untuk menimba ilmu tetap luar biasa. Semoga kehadiran kita semua membawa berkah bagi wilayah Kepohbaru,” ujar Triguno. Ia juga mengingatkan jamaah agar tetap mengutamakan keselamatan saat perjalanan pulang.

Dalam inti sari ceramahnya (maudloh khasanah), Ibu Nyai Hj. Nurul Abidah menekankan pentingnya menjaga kekuatan doa dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengutip janji Allah SWT untuk mengabulkan doa hamba-Nya dan mengingatkan bahwa doa adalah kekuatan utama seorang mukmin.

“Jangan pernah meninggalkan doa. Terutama, jangan lupa mendoakan kedua orang tua, karena doa kepada mereka merupakan sumber keberkahan hidup yang luar biasa,” tutur beliau di hadapan ribuan jamaah yang khidmat menyimak.

Acara pengajian rutin ini sukses menjadi momentum penting bagi keluarga besar Muslimat NU di Bojonegoro untuk mempererat tali silaturahim serta meningkatkan ukhuwah Islamiyah. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keagamaan dan kemasyarakatan dapat terus terjaga dengan baik di tengah masyarakat.