Pemerintahan

Dinkes Bojonegoro Catat Capaian Gemilang 2025: Angka Kematian Ibu Turun Drastis, Inovasi Digital Diakui Nasional

liputanbojonegoro637
×

Dinkes Bojonegoro Catat Capaian Gemilang 2025: Angka Kematian Ibu Turun Drastis, Inovasi Digital Diakui Nasional

Sebarkan artikel ini
FC79A164 BADF 4720 9C33 93653B936C69

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro mencatatkan rapor hijau sepanjang tahun 2025. Berbagai indikator kesehatan menunjukkan tren positif yang signifikan, mulai dari penguatan layanan dasar, pengendalian penyakit, hingga deretan penghargaan bergengsi dari tingkat provinsi hingga nasional.

Keberhasilan ini salah satunya didorong oleh masifnya pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 534.394 warga telah memanfaatkan layanan ini. Kesadaran deteksi dini terlihat sangat menonjol pada kelompok anak sekolah dengan capaian pemeriksaan mencapai 60,80 persen, sementara penduduk umum berada di angka 40,32 persen.

Dinkes Bojonegoro juga menunjukkan performa impresif dalam penanganan kasus krusial:  Angka kematian ibu (AKI) turun drastis lebih dari 50 persen, dari 11 kasus di tahun 2024 menjadi hanya 5 kasus di tahun 2025, Prevalensi balita stunting berhasil ditekan dari 2 persen (2024) menjadi 1,82 persen (2025),  Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis (TBC) mencapai 90,89 persen, sebuah angka yang mendekati standar nasional, dan  Indeks Keluarga Sehat (IKS) melonjak signifikan dari 0,47 menjadi 0,77, menandakan penguatan peran keluarga dalam menjaga pola hidup sehat.

Kecepatan layanan kesehatan di Bojonegoro kini didukung oleh ekosistem digital yang terintegrasi. Beberapa inovasi unggulan yang menjadi pilar pelayanan publik antara lain:

1. SIGAP Plus PSC 119: Integrasi layanan gawat darurat bersama BPBD dan DAMKARMAT.

2. WASIAT (WhatsApp Integrasi Antrian Online RS): Memangkas waktu tunggu pasien di rumah sakit.

3. SATELIT: Layanan telemedisin puskesmas yang memudahkan konsultasi jarak jauh.

4. GADA EMAS: Inovasi kegawatdaruratan berbasis partisipasi masyarakat.

Atas dedikasi tersebut, Kabupaten Bojonegoro dibanjiri penghargaan sepanjang tahun 2025:

• Tingkat Nasional: Dinobatkan sebagai Kabupaten dengan Kinerja Terbaik dalam percepatan penurunan stunting, meraih status Kabupaten Bebas Frambusia, serta penghargaan Swasti Saba Padapa (Kabupaten Sehat).

• Tingkat Provinsi: Masuk dalam Top 45 Finalis KOVABLIK Jatim, meraih Juara 3 Lomba Iklan Layanan Masyarakat, dan diakui sebagai kabupaten dengan capaian CKG sesuai target.

• Tingkat Daerah: Meraih Juara 1 Bojonegoro Innovative Award (BIA) serta mengantongi Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan kategori Sangat Baik.

Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang berkelanjutan dan berbasis inovasi.