Pemerintahan

Dinkominfo Bojonegoro Gelar Pelatihan Literasi Digital Pelajar

liputanbojonegoro637
×

Dinkominfo Bojonegoro Gelar Pelatihan Literasi Digital Pelajar

Sebarkan artikel ini
4B75C161 7E89 4552 9032 CFA27E06B700

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengajak para pelajar untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak, bertanggung jawab, dan berintegritas.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, para siswa dituntut tak hanya cakap digital, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis yang kuat.

Pesan tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro, Arif Afandy, saat menghadiri pembukaan Program Literasi Digital Cerdas dan Sehat untuk Remaja di Aula SMAN 1 Kalitidu, Selasa (4/8/2026).

Arif mengungkapkan, perangkat digital (gadget) kini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya generasi muda.

Namun, ia mengingatkan agar ketergantungan tersebut disikapi secara bijak agar tidak membawa dampak negatif.

“Tantangannya adalah apakah kita hanya ingin menjadi pengguna yang pasif atau mau berkreasi. Di era AI saat ini, akses informasi sangat luas.

AI bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat jika digunakan dengan baik, tetapi juga dapat mendatangkan masalah apabila dimanfaatkan tanpa rasa tanggung jawab,” ujar Arif.

Menurutnya, status sebagai digital native atau generasi yang lahir di era digital tidak otomatis membuat seseorang mampu berpikir kritis.

Oleh karena itu, integritas dan moralitas tetap menjadi pilar utama dalam menyaring serta memanfaatkan informasi di dunia maya.

“Dunia berkembang sangat cepat. Jangan sampai kecerdasan manusia dikalahkan oleh kecerdasan ponsel pintar. AI tidak bisa meniru integritas dan prinsip moral manusia. Kebijakan dalam memanfaatkan teknologi itulah yang akan menentukan masa depan kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arif memaparkan empat pilar utama literasi digital yang wajib dikuasai generasi muda yaitu Kemampuan memahami dan mengoperasikan perangkat keras maupun lunak secara efektif,  Kesadaran untuk melindungi identitas diri, data pribadi, dan perangkat dari kejahatan siber seperti phishing dan peretasan, Penerapan tata krama, sopan santun, serta rasa saling menghormati saat berinteraksi di ruang digital, dan  Pembentukan kebiasaan positif di dunia maya untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan norma bermasyarakat.

Program edukasi literasi digital ini merupakan hasil kolaborasi antara ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), SKK Migas, Pemkab Bojonegoro, serta para pemangku kepentingan di wilayah operasional Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris yang telah berjalan sejak tahun 2025.

Perwakilan EMCL, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menyeleksi dan melatih siswa-siswi pilihan dalam membuat karya inovatif yang nantinya akan dilombakan.

“Hari ini kami mengumpulkan peserta dari wilayah Bojonegoro bagian barat, dan selanjutnya besok untuk wilayah bagian timur.

Kami ingin membentuk generasi berliterasi tinggi yang tidak sekadar berkumpul, tetapi mampu menghasilkan karya nyata,” terang Malik.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kalitidu, Ninis Aris Wibawati, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah.

Ia berharap para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

“Kemajuan teknologi jika tidak disikapi dengan bijak dapat menjebak dan merusak masa depan. Namun jika digunakan secara tepat, teknologi akan membawa kebaikan. Saya berharap seluruh siswa dapat menerapkan materi literasi ini dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ninis.