Pendidikan

Edukasi Ramah Anak: TPA Muhammad Al Fatih Atasi Kenakalan Anak di Bekasi Lewat Dongeng Interaktif

liputanbojonegoro637
×

Edukasi Ramah Anak: TPA Muhammad Al Fatih Atasi Kenakalan Anak di Bekasi Lewat Dongeng Interaktif

Sebarkan artikel ini
9C28817C C240 4689 811A 93351F204EC1

Liputanbojonegoro.com, Bekasi – Meningkatnya kasus kenakalan anak di wilayah Bekasi, mulai dari percobaan merokok, tawuran yang melibatkan anak sekolah dasar, hingga kasus pelecehan seksual, telah memicu keprihatinan serius di kalangan masyarakat dan lembaga pendidikan. Menanggapi kondisi ini, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Muhammad Al Fatih, yang berlokasi di Villa Indah Pulo Timaha, Babelan, Bekasi Utara, menggelar kegiatan Sosialisasi Kenakalan Anak pada Jumat, (14/11/2025).

Kegiatan pencegahan ini dikemas secara unik dan ramah anak, jauh dari format ceramah formal yang kaku. TPA Muhammad Al Fatih secara khusus menghadirkan Kak Harris Rizki, seorang Pendongeng Anak Nasional, yang terkenal karena metode dongeng interaktifnya yang efektif dalam menyampaikan pesan moral.

Kak Harris, pendongeng berpengalaman yang telah melakukan roadshow edukasi ke berbagai kota besar di Indonesia, mengubah suasana sosialisasi menjadi lebih menyenangkan. Melalui ekspresi yang kuat dan gaya komunikasi yang dekat dengan dunia anak-anak, pesan-pesan penting tentang bahaya kenakalan anak disampaikan dengan cara yang membekas.

“Tantangan lingkungan sosial saat ini semakin kompleks, sehingga metode pembelajaran harus menyesuaikan perkembangan zaman,” ujar Aulia, guru TPA Muhammad Al Fatih sekaligus pengundang utama acara. Ia merasa sangat bertanggung jawab untuk memberikan edukasi yang tepat sejak dini dan mengungkapkan rasa bahagianya atas antusiasme anak-anak terhadap metode yang dibawakan Kak Harris.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi semakin hidup dengan kehadiran Ayis, boneka lucu dan menggemaskan yang selalu mendampingi Kak Harris. Melalui Ayis, pertanyaan-pertanyaan krusial yang sering dialami anak-anak sehari-hari diangkat, seperti: Apakah boleh menerima ajakan merokok dari teman?, Bagaimana jika ada yang mengajak ke tempat sepi?, dan Bagaimana reaksi yang benar ketika ada orang yang menyentuh tubuh tanpa izin?

Pertanyaan sederhana ini dijawab dengan bahasa yang sangat mudah dipahami, sehingga anak-anak bukan hanya mendengar, tetapi benar-benar mencerna pesan moral yang disampaikan. Setelah acara, Ayis bahkan menjadi pusat kerumunan, di mana anak-anak berebut memeluk dan berfoto, membuktikan besarnya pengaruh pendekatan dongeng ini.

Inti acara ini berfokus pada penguatan pemahaman anak-anak mengenai bahaya nyata, antara lain: Bahaya Merokok: Dampaknya bagi kesehatan, Dampak Buruk Tawuran: Pengaruhnya terhadap masa depan, Pentingnya Memilih Teman: Mengenali pergaulan yang salah, Pelecehan Seksual: Batasan tubuh dan cara menolak tindakan tidak senonoh.

Pesan-pesan ini dikemas melalui cerita ringan dan contoh situasi nyata agar tidak menimbulkan ketakutan, melainkan menumbuhkan keberanian untuk menjaga diri.

Acara sosialisasi ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi yang tepat dapat memberikan dampak signifikan pada perkembangan karakter. TPA Muhammad Al Fatih berharap langkah preventif ini dapat menjadi benteng awal bagi generasi muda Bekasi dalam menghadapi tantangan sosial yang kian kompleks. Diharapkan, pendidikan karakter sejak dini menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat.