Pemerintahan

Festival Banyu Urip 2025 Dibuka, Bupati Bojonegoro Luncurkan Logo Medayoh

liputanbojonegoro637
×

Festival Banyu Urip 2025 Dibuka, Bupati Bojonegoro Luncurkan Logo Medayoh

Sebarkan artikel ini
15794A7D 410A 4744 9A89 2AD99A3CE702

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, secara resmi membuka Festival Banyu Urip 2025 di Lapangan Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, pada hari Jumat (28/11/2025). Acara tahunan ini merupakan bagian integral dari perayaan Hari Jadi ke-13 Kecamatan Gayam dan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Bojonegoro.

Festival Banyu Urip tahun ini mengangkat tema “Nyawiji: Nyambung Rasa, Ngangkat Wisata, Njaga Energi” dan diselenggarakan selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 November 2025.

Tujuan utamanya adalah: Mempersatukan masyarakat, Mendorong pengembangan seni dan budaya lokal, dan Mengembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata di wilayah Kecamatan Gayam.

Pada kesempatan pembukaan ini, Bupati Bojonegoro didampingi oleh sejumlah pejabat dan mitra, termasuk: Sekretaris Daerah Bojonegoro, Ketua TP PKK Bojonegoro, Vice President Public & Government Affairs ExxonMobil Indonesia, dan Perwakilan Ketua Komisi Informasi Jatim dan Komisioner KI Jatim.

Secara simbolis, mereka meluncurkan Logo Medayoh, identitas baru Kabupaten Bojonegoro. Logo ini menggambarkan keramahan, keterbukaan, dan karakter masyarakat Bojonegoro yang hangat.

Logo ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk hadir mendengarkan, memberi solusi, serta menghadirkan kebahagiaan dan kemakmuran bagi masyarakat.

Penjelasan logo:
– Bentuk lingkaran melambangkan keakraban dan keterbukaan, simbol bahwa Bojonegoro adalah daerah yang menerima siapa pun tanpa batas.
– Warna biru mencerminkan ketenangan, kenyamanan, dan suasana ramah khas Bojonegoro.
– Tipografi tebal Medayoh menunjukkan ketegasan identitas serta ketangguhan budaya Bojonegoro.
– Tulisan “Bojonegoro” menegaskan bahwa Medayoh adalah identitas asli Kabupaten Bojonegoro.

Logo ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk hadir mendengarkan, memberi solusi, serta menghadirkan kebahagiaan dan kemakmuran bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa Festival Banyu Urip adalah wujud dukungan nyata terhadap potensi lokal, khususnya seni, budaya, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Festival ini bertujuan mengangkat potensi lokal. Seni, budaya, dan UMKM kita harus muncul, bergerak, dan aktif. Kami sangat bersyukur atas dukungan dan kolaborasi EMCL bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” ujar Bupati.

Beliau juga secara khusus menjelaskan makna “Medayoh” yang berarti ramah dan hangat dalam menyambut tamu. “Medayoh itu melambangkan keramahan. Saat menerima tamu, kita menyambut dengan hangat dan suguhan terbaik. Itulah karakter masyarakat Bojonegoro, khususnya warga Banyuurip,” pungkasnya.

Ratusan masyarakat memadati lokasi festival. Suasana semakin meriah dengan penampilan penyanyi populer Masdho dan DJ Nok YK yang menjadi hiburan utama pada opening ceremony Festival Banyu Urip 2025. (Prokopim)